“Hai, Lea,” sapa manis Clarissa saat dia berdiri di depan Alea dan teman-temannya. Tentu saja sapaan Clarissa itu membuat Alea dan teman-temannya terdiam. Suatu pemandangan yang sangat tidak pernah mereka bayangkan selama ini tiba-tiba terjadi. “Kamu mau ke kantin ya?” tanya Clarissa lagi. “I-iya. Aku mau ke kantin,” jawab Alea sedikit gugup. Tentu saja Alea merasa gugup karena dia tidak membayangkan akan bertemu dengan Clarissa. Dia tidak ingin mendapat masalah yang membuat moodnya rusak. “Kalo gitu kita bareng aja yuk?” “Haah, bareng?!” sahut Kamila dan Arel bersamaan. Clarissa menatap Kamila dan Arel dengan sedikit sinis. “Iyalah. Kan sekarang Alea pacarnya Nathan. Jadi dia udah masuk ke golongan kami.” Clarissa melihat lagi ke Alea. “Kamu harusnya udah gak bergaul sama mereka l

