Saat Sang mencoba untuk beristirahat dan menidurkan badannya yang sudah merasakan lelah beda dengan teman Sang yang saat itu begitu sangat tega menyiksa kucing dan beberapa hewan lain dengan beberapa macam peralatan yang disiapkan oleh teman Sang tersebut, saking tega akan kesadisannya pria tersebut memiliki sebuah mercon dan petasan tingkat tinggi yang di siapkan nya untuk menyiksa hewan-hewan tersebut, pria tersebut memiliki sebuah rencana gila yang dia sebut sebagai eksperimen ketahanan hidup yang di lakukannya dengan menyiksa beberapa hewan dengan cara yang sangat sadis bahkan menggunakan bahan peledak, ini semua adalah rencana teman Sang dalam menghancurkan Sang yang begitu bisa mendapatkan perhatian dari bosnya dan bahkan menjadi anak emas di kantornya sehingga membuat teman Sang begitu iri, bahkan sangat ingin menghancurkan Sang sampai dirinya bisa menggeser posisi Sang dan mengambil perhatian bosnya sehingga teman Sang lah yang menjadi anak emas di kantor tersebut bukan Sang. Dan saat teman Sang dengan sadisnya melakukan peledakan ke hewan yang di jadikannya bahan percobaan siksaannya Sang entah memang Sang memiliki insting yang begitu kuat karena yang di siksa adalah hewan kesayangannya atau hanya kebetulan saja, tapi saat itu Sang dengan tiba-tiba dan perasaan yang kaget Sang membuka matanya dan langsung bangkit dari posisi tidurnya, bahkan Sang terbangun dengan wajah yang di banjiri dengan keringat saat itu.
" Sialan, aku merasakan perasaan yang tak enak dalam hati ku, barusan aku tidur? apa aku bermimpi? suara kucing yang merintih ketakutan karena seperti dalam keadaan bahaya kembali sangat jelas aku dengar tapi hanya sebentar saja dan suara kucing tersebut hilang seketika,"ujar Sang dalam hatinya saat itu dengan dirinya yang bangkit dari tidurnya dengan wajah yang di banjiri oleh keringat langsung bertanya-tanya karena mendapatkan perasaan yang begitu sangat tak enak saat itu.
Sang tak dapat kembali beristirahat tidur saat itu karena Sang malah terus saja ingat dengan sangat jelas rintihan kucing yang benar-benar terdengar sangat ketakutan seperti sedang dalam keadaan bahaya, karena ini menyangkut kucing hewan yang Sang sangat sayangi Sang pun merasa sangat terpikir akan hal tersebut Sang merasa sangat khawatir dan cemas jika apa yang Sang bisa dengarkan barusan hal yang memang benar sedang terjadi kepada seekor kucing, karena apa yang Sang dengarkan begitu sangat jelas dan terdengar sangat nyata, sampai Sang pun bisa langsung terbangun dari tidurnya dan sekarang saat Sang mencoba untuk kembali tidur Sang tak bisa melakukannya karena masih terdengar jelas dalam pikirannya suara rintihan kucing tersebut. Sampai Sang pun mencoba menenangkan dirinya saja terlebih dahulu dengan keluar kamarnya dan langsung menuju ke dapur membuat sebuah minuman hangat yang agar minuman tersebut bisa menemani Sang di saat pikirannya sedang kacau, dan yang lebih Sang pikirkan semoga saja Sang bisa menenangkan pikirannya setelah meminum minuman tersebut saat itu.
" Sang apa aku tak salah melihat? sudah sangat larut malam seperti ini tapi kau ada di dapur dan kau yakin sedang membaut sesuatu minuman Sang, apa kau tak apa-apa?"ujar Yang saat itu tak disangka menghampiri Sang ketika Sang sedang ada di dapur membuat minuman.
" Oh ibu aku hanya sekedar membuat minuman hangat bu, tadi aku sudah tertidur tapi aku bangun karena dingin sekali di kamar bu, entah hanya pikiran ku atau cuaca malam ini begitu dingin sampai aku berniat untuk menghangatkan tubuh ku dengan membuat minuman hangat ini Bu. Dan lalu kau juga kenapa bisa ada disini bu? kenapa kau belum tidur di waktu yang menunjukkan sudah sangat larut malam ini bu,"ujar Sang bicara seperti itu kepada Yang, dan balik bertanya karena Yang juga belum tidur di malam yang sudah sangat larut ini.
" Oh ya Sang sepertinya itu bukan hanya pikiran mu karena aku merasakan hal yang sama Sang, barusan aku dari toilet dan tak seperti biasanya air di dalam begitu sangat dingin, jadi apa yang kau katakan benar Sang cuaca malam ini berbeda dari malam-malam sebelumnya, malam ini terasa begitu lebih dingin dari malam sebelumnya. Baiklah Sang jika kau tak apa-apa, lebih baik kau jangan bergadang jika kau sudah minum minuman ini dan menghangatkan tubuh mu aku harap kau bisa langsung tidur dan tak meneruskan diri mu yang terus saja melek Sang, tak baik kau sampai bergadang sampai semalam ini,"ujar Yang membernarkan apa yang Sang rasakan mengenai cuaca malam ini saat itu dan memberikan saran agar Sang bisa lekas kembali tidur jika sudah menghangatkan tubuhnya dengan minuman tersebut dengan Yang yang langsung saja pergi masuk ke kamarnya saat itu.
" Maaf bu aku harus berbohong dan tak membicarakan hal yang sebenarnya kepada mu jika sebenarnya aku merasakan hal lain, karena itu tak penting dan sepertinya ini tak akan bertahan lama bu aku juga akan langsung tidur setelah menghabiskan minuman ini jika aku bisa langsung menenangkan diri ku,"ujar Sang dalam hatinya saat itu.
Dan Sang tentu langsung saja masuk ke dalam kamarnya dengan minuman hangat yang Sang bawa untuk menemani nya dan mencoba menenangkan dirinya malam ini, sehingga Sang bisa langsung tidur dan tak terus saja bergadang dengan hal yang saat itu terus saja ada di pikiran Sang. Di samping itu ketika Sang sudah berada dalam kamarnya kembali, teman Sang yang semulanya simpati Sang tapi tidak dengan kenyataan yang di lakukannya tengah bersenang-senang dengan eksperimen gila nya yang melibatkan beberapa hewan hidup termasuk kucing, saat itu teman Sang sudah melakukan eksperimen gilanya ke beberapa hewan dan salah satu korban yang sudah Sang buat eksperimen adalah kucing, di mana barusan teman Sang sudah sangat dengan tega meledakkan seekor kucing dan beberapa hewan lain di dalam sebuah drum yang cukup besar sehingga Bean tersebut tentu saja melompat ke sana kemari di dalam sempitnya drum tersebut dengan teriakan kesakitan yang di rasakan kucing dan beberapa hewan tersebut karena panas yang mereka rasakan berada dalam sebuah drum dengan di temani oleh petasan dengan daya ledak tinggi, sampai saat ketika petasan tersebut meledak kucing dan beberapa hewan yang ada di sana pun tentu saja tak bisa tertolong karena daya ledak petasan tersebut yang tinggi, dan saat teman Sang membuka drum tersebut terlihat potongan tubuh hewan-hewan yang di jadikan teman Sang eksperimen gila dengan bercak darah dimana sudah dalam keadaan yang tergeletak tanpa nyawa, dan tragisnya hewan yang teman Sang ledakkan sampai ada yang hanya tersisa sepotong kepalanya.
Tapi karena itu adalah hal yang disukai oleh teman Sang saat itu bereksperimen gila tentu saja teman Sang dengan sangat senang dan semangat melihat hal tersebut bahkan saat teman Sang yang melakukan eksperimen tersebut begitu sangat gila hanya tertawa geli dan senang melihat hewan-hewan yang di jadikannya eksperimen mati dengan cara yang sangat tragis karena siksaan yang di lakukannya. Dan kejadian peledakan kucing tersebut begitu tepat di lakukan saat Sang sedang tertidur barusan bahkan sebenarnya insting Sang sepertinya begitu kuat saat ini sehingga eksperimen terhadap kucing tersebut bisa Sang dengar dan rasakan saat dirinya tidur, dan hal yang di alami Sang barusan mendengar seekor kucing yang merintih ketakutan seperti ada dalam situasi bahaya adalah hal yang benar-benar terjadi, dan hal itu bukan hanya sebuah mimpi atau hanya halusinasi Sang, tapi itu adalah sebuah kebenaran yang bisa Sang dengarkan dan rasakan mengenai pendengaran dan instingnya yang sekarang mulai sangat sensitif dan sangat kuat, tapi hal itu belum bisa Sang sadari karena Sang tentu saja tak menyangka hal itu karena Sang hanya seorang manusia biasa yang bisa berhalusinasi dan bermimpi. Dan ketika Sang sudah bisa menghabiskan minuman yang Sang buat saat itu Sang pun tak tetap tak bisa menghilangkan perasaannya yang begitu sangat keras tak enak, dan memikirkan mengenai apa yang Sang halusinasi kan barusan mengenai kucing tersebut dan ketika Sang terus saja memikirkan hal itu karena tak bisa langsung tenang Sang pun hanya bisa membaringkan tubuhnya di tempat tidur dengan mata yang masih saja terbuka lebar, tak ada tanda ingin tidur atau mengantuk saat ini.
Tiba-tiba saat Sang terus saja memikirkan hal tersebut dengan matanya yang masih terbuka dan pikirannya yang masih terus saja sadar Sang melihat hat jika ada yang menggerakkan gagang pintu kamarnya saat itu, tapi Sang tak berpikir aneh atau cemas karena itu sudah biasa terjadi dan yang melakukan nya saat itu tidak lain dan tak bukan adalah Yang, begitu pun sekarang yang mencoba membuka pintu kamar Sang saat itu adalah Yang. Karena sudah biasa dengan hal itu dan tahu jika yang datang dan membuka pintunya adalah Yang Sang langsung saja membalikkan posisi tidurnya saat itu menjadi membelakangi pintu kamarnya dan menutup matanya mencoba mengelabui Yang yang saat itu masuk ke dalam kamarnya.
" Maaf bu aku tak melakukan apa yang ibu katakan dan sampai sekarang aku masih terjaga dan tak bisa tidur kembali,"ujar Sang bicara dalam hatinya sambil menutup matanya pura-pura sudah tidur saat Yang menghampiri Sang saat itu.
Dan saat Sang merasakan kehadiran Yang yang sudah cukup dekat dengan nya Yang pun seperti berdiam diri sejenak dan melihat arah Sang saat itu.
" Baguslah Sang kau mendengarkan ku dan sudah kembali tidur, tidur nyenyak anak ku. Baguslah sepertinya kau tak memikirkan sesuatu, karena jika ibu harus jujur ibu merasa jika ada hal yang tak biasa sedang terjadi Sang, tapi ibu tak bisa mengatakan apa hal yang sedang terjadi tersebut karena ibu pun tak tahu hal sebenarnya Sang,"ujar Yang berbicara mengenai hal yang saat itu sepertinya sama dengan perasaan yang sedang di rasakan oleh Sang.
Sampai saat Sang berpura-pura untuk tidur Yang pun merasa jika sudah berhasil memastikan Sang dan langsung saja keluar kamar Sang saat itu, dengan Sang yang saat itu tiba-tiba kembali terbangun dari tidurnya tapi Sang lihat saat itu cuaca sudah terang menembus jendela kamarnya dan Sang pun sadar sepenuhnya jika saat itu Sang terbangun di saat hari sudah mulai cerah.
" Sepertinya saat malam tadi ibu datang ke kamar ku dan aku berpura-pura tidur bisa langsung benar-benar tidur, dan sekarang aku terbangun di mana matahari sepertinya sudah cukup terang sampai bisa menembus jendela kamar ku. Sebaiknya aku membersihkan diri ku dan keluar kamar,"ujar Sang, dengan langsung saja bangkit berdiri dari tempat tidurnya dan keluar kamarnya untuk membersihkan diri di toilet bawah.
" Sang kau sudah bangun? hari belum terlalu siang dan ini bisa di bilang masih sangat pagi, kau tak usah terburu-buru karena hari ini kau libur kan? kau mau pergi kemana kau Sang?"ujar Yang sambil dirinya yang terus saja menyiapkan makanan yang akan di masak ya untuk sarapan pagi bersama saat itu.
" Oh bu benarkah itu? aku kira ini sudah cukup siang karena matahari begitu sudah menerangi kamar ku bu jadi aku sedikit terburu-buru untuk membersihkan diri ku bu hehe,"jawab Sang dengan sedikit tertawa malu.
" Kau ini masih saja suka teledor Sang, tenanglah ini masih sangat pagi Sang. Tapi jika kau ingin membersihkan diri mu di hari yang masih sangat pagi ini tentu saja tak apa-apa Sang ayo bersihkanlah diri mu,"ujar Yang.
" Ya sepertinya karena sudah seperti ini, aku lebih baik langsung saja masuk ke kamar mandi membersihkan diri ku bu,"ujar Sang sambil pergi masuk ke dalam toilet saat itu.
Beberapa saat kemudian Sang pun bisa menyelesaikan dirinya yang membersihan tubuhnya karena baru bangun, dan langsung saja kembali berpakaian rapi.
" Sang kau sudah selesai dengan diri mu? ibu sudah selesai menyiapkan makanan, ayo turun dan makan lah,"sambil mengetuk pintu Yang pun bicara seperti itu.
" Ya baik, sebentar lagi bu,"jawab Sang.
Setelah Yang sudah meninggalkan Sang yang masih memakai baju di dalam kamarnya tak lama kemudian Sang pun ikut turun karena sudah memakai baju dan langsung saja menghampiri Yang yang sudah ada di meja makan.
" Bu kenapa kau hanya diam saja, tanpa makanan yang sudah kau lahap?"tanya Sang sedikit aneh.
" Tentu saja ibu menunggu mu Sang, sekarang kau sudah ada, jadi ayo kemari lah Sang kita makan bersama seperti biasanya,"ujar Yang mengajak Sang makan bersama seperti biasanya.
" Oh ya baiklah bu, maaf aku sedikit terlambat sehingga membuat mu menjadi harus menunggu bu,"ujar Sang.
" Tidak Sang tak usah minta maaf tenang saja, kau tak salah ibu yang sengaja menunggu mu agar kita bisa makan bersama. Sudah ayo duduk, dan ini makanan mu ibu ambilkan, kau harus makan yang banyak Sang, jaga kesehatan mu,"ujar Yang sambil tangannya yang mengambilkan makanan untuk Sang makan saat itu.
" Baik Bu terima kasih,"dengan tersenyum Sang langsung duduk dan mengambil piring yang sudah Yang isikan makanan untuk Sang sarapan saat itu.