Semangat Dengan Peristiwa Yang Cukup Aneh.

1993 Kata
Saat itu pun Sang berpisah dengan temannya dimasa yang pergi menuju ke kendaraan nya sementara teman Sang langsung saja pergi karena kendaraan teman Sang sudah terlebih dahulu bisa di hampiri, dan beberapa langkah dari kendaraan teman Sang kendaraan Sang pun bisa di hampiri sehingga Sang pun langsung saja menaiki kendaraan nya dan berniat untuk langsung pergi pulang. Tapi saat Sang sudah duduk di kendaraannya Sang pun tak langsung pergi dan malah memikirkan mengenai perkataan teman Sang yang menyarankan untuknya pergi saja langsung ke toko tersebut untuk melihat langsung apa yang sebenarnya mereka jual dan bagaimana isi dari toko tersebut, tapi di sisi lain ketika Sang memikirkan hal itu Sang juga terpikir mengenai perkataan teman Sang yang menyebutkan jika toko tersebut seperti tak ramah dengan pengunjung asing, toko tersebut seperti tak menerima sembarangan tamu untuk mereka layani sehingga hanya orang-orang tertentu saja yang bisa masuk ke dalam toko tersebut, hal itu pun membuat Sang sedikit berpikir bingung. " Jika memang toko itu benar hanya melayani tamu khusus saja kemungkinan besar aku tak akan bisa masuk karena aku tentu saja orang yang asing, bahkan sangat asing untuk toko itu. Apa aku tak apa-apa jika mencoba saja untuk berkunjung dan melihat ke dalam toko itu,"Sang bicara seperti itu dalam pikirannya. Sampai Sang pun melihat ke jamnya dan waktu sudah beranjak malam, sehingga Sang pun langsung saja menyalakan kendaraannya dan langsung pergi saja, sejenak Sang melupakan apa yang Sang pikirkan mengenai toko itu. Di perjalanan Sang tak bisa melupakan pemikiran nya yang terus saja mengingat apa yang ada di dalam toko tersebut karena ada kucing yang begitu Sang sangat sukai sampai Sang terus saja memikirkan dan pemasaran dengan toko tersebut. Tapi bagaimana pun Sang mencoba mengalihkan pikirannya tersebut saat itu karena bagaimana pun Sang harus sangat fokus ke jalan yang di lalui Sang saat ini sehingga akhirnya dengan pikiran yang terus saja tak karuan karena memikirkan mengenai toko tersebut Sang bisa sampai di rumahnya dengan selamat meskipun pikiran Sang terus saja memiliki rasa penasaran dan rasa ingin tahu yang besar terhadap toko tersebut, dengan cepat saat itu Sang langsung masuk ke dalam rumahnya saja agar bisa menenangkan dirinya dari lelah nya yang sudah seharian bekerja. Saat Sang masuk ke rumah Yang sudah menunggunya di meja makan dengan makan malam yang sudah siap sedia untuk mereka santap saat itu. " Sang kau sudah pulang, lekas ganti baju mu dan cepatlah ibu menunggu mu disini,"ujar Yang. " Ya Bu baiklah, aku segera kembali,"jawab Sang. Singkat cerita saat itu Sang sudah membersihkan badannya dan langsung saja kembali ke meja makan untuk makan bersama dengan ibunya yang sudah menyiapkan makanan untuk mereka makan bersama. " Bagaimana pekerjaan mu Sang? apa kau mendapatkan kesulitan? ibu sudah lama tak mendengar kabar mengenai pekerjaan mu. Apa kau baik-baik saja?"ujar Yang bicara seperti itu bertanya. " Pekerjaan ku? aku baik-baik saja bu, dan seperti biasanya begitu lah di kantor Bu semakin sibuk hehehe,"jawab Sang sambil sedikit tertawa. " Ya baguslah jika seperti itu Sang, ibu harap kau teruskan kerja bagus mu, selalu berhati-hati dalam setiap urusan mu Sang, ibu sedikit khawatir karena belakangan ini sering ibu melihat kejadian kriminal yang terjadi di kota tempat kita tinggal ini maupun di daerah yang dekat dengan tempat kita tinggal Sang,"ujar Yang membicarakan mengenai kekhawatirannya terhadap Sang karena dirinya yang melihat kejadian kriminal yang terjadi di sekitarnya. " Oh ya benarkah itu bu? aku tak terlalu mengetahui hal itu, darimana ibu tahu semua itu bu?"tanya Sang. " Ada surat edaran dari pengurus disini dan surat peringatan jika ada sesuatu yang mencurigakan untuk segera melaporkan hal itu Sang, dan kejadian kriminal tersebut bukan hanya sebuah isap jempol belaka karena kami semua termasuk ibu menyaksikan sebuah tragedi perampokan bahkan perampokan tersebut disertai oleh kekerasan yang menimpa tetangga kita di Sang. Ibu sangat khawatir di tempat kita tinggal akan terjadi hal seperti itu,"ujar Yang kembali menjelaskan apa yang sempat di saksikan nya, dan kembali mengatakan kekhawatirannya saat itu. " Ibu tenang yang bu jangan terlalu takut aku tak akan sampai meninggalkan ibu, aku tak akan kemana-mana setelah aku pulang kerja bu,"ujar Sang menenangkan ibunya saat itu. " Ibu bukan khawatir mengenai keadaan ibu yang ada di rumah, bahkan jika ibu bekerja pun ibu bekerja dengan banyak teman-teman ibu yang bertempat tinggal disini Sang jadi tentu saja kami semua akan aman karena kami tak sendiri, tapi yang membuat ibu khawatir adalah keselamatan mu yang pulang dan pergi untuk bekerja sendirian Sang, jadi berhati-hatilah untuk setiap hal yang kau lakukan Sang. Jika kau bisa pulang bekerja sebelum hari mulai malam pulanglah secepatnya Sang,"ujar Yang memperingatkan Sang mengenai kekhawatirannya kepada Sang dan memberikan sebuah saran agar Sang bisa lebih menjaga dirinya. " Iya bu aku akan ingan dengan perkataan ku bu dan aku akan menjaga diriku dengan sangat baik Bu, ibu tenang ya. Dan hal yang lebih penting sekarang adalah meskipun ibu bekerja dan pulang bersama-sama dengan tetangga ibu disini ibu tetap harus menjaga diri ibu, itu yang tentu saja sangat aku khawatirkan juga bu, jadi ibu juga harus menjaga keselamatan ibu bukan hanya aku bu,"ujar Sang mengatakan jika sebaiknya Yang juga menjaga keselamatannya meskipun dirinya yang bekerja selalu bersama-sama dengan tetangganya. " Itu pasti Sang, pasti. Baiklah kau sudah selesai Sang? biar ibu bereskan, kau beristirahatlah, kau pasti lelah karena sudah seharian bekerja,"ujar Yang. " Ya Bu baiklah, terima kasih bu,"jawab Sang. Saat itu Sang membantu ibunya membereskan segala sesuatu yang barusan mereka pakai untuk makan malam sehingga setelah mereka membereskan semuanya, Sang langsung saja pergi ke kamarnya untuk beristirahat. Saat Sang sudah membaringkan tubuhnya Sang tak bisa langsung beristirahat saat itu karena Sang malah terpikir kembali dengan toko tersebut yang begitu sangat membuat Sang penasaran. " Mungkin ini semua karena kucing itu. Aku baru saja melihat kucing tersebut dari jauh tapi kucing itu sudah bisa membuat ku tertarik dengannya. Tapi menurut ku bukan hal yang aneh karena meskipun dari jauh aku melihat kucing tersebut sangat bersih dan indah, bahkan begitu menawan sehingga aku yang sangat menyukai kucing tentu saja begitu mudah tertarik oleh kucing yang sangat bersih tersebut,"ujar Sang dalam hatinya sambil perlahan menutup matanya di kasur sambil berbaring. " Meong, meong,"suara kucing terdengar saat itu sampai Sang pun terbangun dari tidurnya dengan sedikit kaget. " Ah suara kucing?"dengan langsung membuka matanya sambil badannya yang terbangun Sang langsung saja memanggil kata kucing. Dan setelah Sang terbangun pun Sang dengan cepat langsung saja menghampiri jendela kamarnya dan melihat ke luar jendelanya saat itu, mencoba mencari dari mana asal suara kucing tersebut, tapi sayangnya saat Sang melihat ke segala arah yang bisa Sang lihat dari jendelanya Sang tak bisa menemukan darimana asal suara kucing tersebut. Sampai Sang pun tentu saja di buat pusing dan bingung dengan suara kucing tersebut yang dengan jelas bisa Sang dengar tadi, tapi Sang tak bisa melihat wujud kucing tersebut meskipun sudah melihat ke segala arah dari jendelanya tersebut, Sang sempat berpikir jika kucing tersebut berasal dari semak yang ada di halaman rumah tetangganya kembali yang tepat ada di seberangnya saat itu, sampai Sang tentu saja mencoba melihat ke tempat tersebut lagi, tapi saat ini berbeda dengan siang tadi, malam ini kucing tersebut tak ada di semak halaman rumah tetangganya tersebut. Karena Sang tak bisa menemukan kucing tersebut ditambah lagi sekarang Sang tak mendengar suara kucing tersebut lagi Sang pun langsung saja berniat untuk membaringkan dirinya, dan kembali tidur. " Tidak ad kucing tersebut apa mungkin aku hanya berhalusinasi saja,"ujar Sang sambil menutup jendelanya, dan kembali tidur di kasurnya saat itu. Saat ingin mencoba kembali tidur Sang tak bisa kembali langsung menutup matanya untuk beristirahat tapi Sang malah terpikir dengan apa yang malam tadi ibunya bilang mengenai sebuah tragedi yang belakangan ini terjadi bahkan bukan hanya katanya, tapi Yang menyaksikan kejadian itu sendiri saat menyambangi rumah korban untuk ikut mengatakan bela sungkawa terhadap tragedi perampokan yang terjadi terhadapnya. Saat itu Sang menjadi terpikir khawatir dengan keadaan ibunya jika saat Sang meninggalkan ibunya pergi bekerja, itu yang menjadi kekhawatiran Sang saat itu sampai Sang begitu merasa khawatir kepada ibunya, tapi setelah di pikir Sang harus bisa mengontrol pikirannya dan menenangkan pikirannya selama Yang menjaga dirinya tak akan ada yang terjadi, dan Sang pun tentu saja menjadi berpikir mulai sekarang untuk tak berlama-lama di luar rumah dan menjaga Yang saja tanpa Sang harus melakukan hal yang tak penting di luar rumah, dan tentu saja jika sudah waktunya pulang dari bekerja Sang dengan sangat sigap akan langsung saja pulang secepat mungkin. Hari sudah sangat larut bahkan jam sudah menunjukkan pukul 02.30 pagi tentu saja Sang kembali mencoba untuk tidur malam itu, karena esok hari Sang harus kembali bekerja. Beberapa saat setelah Sang mencoba beristirahat kembali Sang bisa kembali terlelap dan bangun di pagi hari dengan keadaannya Sang yang saat itu bugar. Dengan cepat Sang kembali langsung saja melakukan apa yang biasanya dia lakukan yaitu melakukan aktifitasnya untuk bekerja, dan singkat cerita Sang sudah beres dengan segala kegiatannya di rumah termasuk sarapan terlebih dahulu, dan Sang pun langsung saja berangkat untuk kembali bekerja. Sebelum Sang bisa sampai di tempat kerja Sang pun kembali berhenti di sebuah pemukiman kecil warga yang biasanya Sang membagikan makanan kepada kucing, dan tentu saja Sang berhenti karena untuk membagikan kembali makanan kepada kucing-kucing tersebut kembali. Tapi ada hal aneh yang saat itu Sang pertanyakan, saat itu Sang tak melihat kucing yang biasanya menunggu dan menyambut nya ada di antara kucing-kucing itu bahkan kucing itu yang biasanya menunggu, dan menyambut kedatangan Sang hari ini kucing tersebut tak ada dan sampai sekarang pun kucing tersebut tak ada di antara banyak kucing yang Sang beri makan, tapi Sang tak terlalu memikirkan itu saat ini karena Sang harus pergi bekerja sehingga tanpa pikir panjang Sang pun langsung saja kembali menaiki kendaraannya melanjutkan perjalanannya ke kantor untuk bekerja. Dengan cepat Sang memacu kendaraannya sehingga dengan waktu yang relatif cepat juga Sang bisa sampai di kantornya saat itu untuk bekerja kembali, seperti biasa Sang langsung saja duduk di mejanya bekerja, tapi ada yang berbeda sekarang ini yaitu Sang yang duduk di meja kerjanya tersebut yang terlebih dahulu melihat ke seberang tempatnya bekerja dari jendela mencoba melihat seekor kucing yang kemarin baru ada di pajang di depan toko tersebut, Sang melakukan itu karena Sang begitu sangat menyukai kucing sampai Sang pun merasa jika melihat kucing tersebut adalah sebuah suntikan semangat bagi Sang, dan setelah Sang melihat kucing tersebut Sang benar-benar menjadi seperti bertambah semangat untuk bekerja, sampai karena Sang sedang dalam jam bekerja tentu saja setelah melihat kucing tersebut yang memang ada dan masih di pajang di toko tersebut Sang pun langsung saja fokus ke dirinya yang harus bekerja, dan tentu saja Sang merasa benar-benar mendapatkan suntikan semangat dari dirinya yang terlebih dahulu melihat kucing tersebut. Beberapa nama sudah Sang lewati dengan dirinya yang begitu fokus untuk bekerja sampai tak terasa jika waktu sudah menunjukkan tengah hari, dan tentu saja itu menandakan jika sudah waktunya untuk Sang dan pekerja lainnya beristirahat terlebih dahulu, sehingga dengan cepat saat itu Sang pun langsung saja meninggalkan meja kerjanya untuk beristirahat sejenak dari pekerjaannya. " Sang kenapa kau terlihat terburu-buru?"ujar teman Sang. " Oh ya aku merasa gerah di tempat ini dan ingin membeli minuman dingin agar aku merasa sejuk kembali, kau ingin ikut?"ujar Sang menjawab, dan balik bertanya. " Oh ya baiklah, tidak terima kasih aku akan makan di sebelah saja Sang,"jawab teman Sang tersebut. Dan saat itu Sang pun langsung saja kembali pergi keluar kantornya untuk beristirahat. Sang berniat untuk langsung saja pergi ke pedagang kaki lima yang ada dekat dengan kantor Sang dan saat itu kebetulan juga toko yang memajang kucing tersebut berada dekat dengan pedagang kaki lima tersebut, dan sebenarnya tujuan Sang saat itu makan di pedagang kaki lima yang berada dekat dengan toko tersebut yaitu ingin bertanya sesuatu kepada pedagang tersebut mengenai toko apa sebenarnya yang ada di seberang kantornya itu, Sang berharap pedagang kaki lima tersebut memiliki pengetahuan lebih dari Sang mengenai toko tersebut sehingga Sang pun berniat makan di sana sambil ingin sedikit bertanya mengenai toko tersebut. Sampai akhir nya Sang pun langsung saja duduk dengan langsung memesan makanan kepada pedagang kaki lima tersebut.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN