Sebuah Pertolongan Yang Membuat Hal Yang sedikit Berbeda

2109 Kata
Beberapa saat setelah Sang berusaha menolong kucing tersebut akhirnya Sang bisa membuat kucing tersebut naik meskipun menggunakan dahan dari pohon kelapa yang kembali sengaja Sang gunakan untuk memancing kucing tersebut agar mau naik menggunakan kayu besar tersebut, sampai akhirnya dengan susah payah dan perjuangan yang cukup lama kucing tersebut bisa Sang selamatkan dari sumur tersebut meskipun dengan tubuh dari kucing tersebut yang kotor karena tentu saja keadaan di sumur tersebut yang begitu kotor meskipun tak terlalu basah tapi sumur tersebut tentulah kotor karena sampah-sampah yang di buang ke dalam sumur tersebut. Tapi hal itu tak Sang pikirkan sampai Sang pun melihat jamnya yang sudah menunjukan jika dirinya sudah terlambat untuk masuk kerja, sehingga pada akhirnya Sang pun membawa kucing tersebut menjauh dari sumur itu, dan melepaskannya di dekat kendaraan Sang agar kucing tersebut tak kembali bisa masuk ke dalam sumur tersebut. Meskipun Sang tak tega dengan kucing tersebut tapi tentu saja Sang tak dapat membawanya ke tempat kerjanya sehingga kucing tersebut pun harus Sang tinggalkan dengan Sang yang saat itu langsung saja kembali menjalankan kendaraannya untuk kembali melanjutkan perjalanannya ke kantor tempat dia bekerja, karena sekarang Sang sudah terlambat untuk bekerja Sang pun jadi menjalankan kendaraannya dengan kecepatan yang lumayan tinggi, meskipun dirinya terlambat untuk bekerja tapi Sang tak ingin memperburuk keadaan dengan dirinya yang lebih terlambat lagi masuk kerja saat itu sampai Sang pun memacu kendaraannya dengan cepat saat itu dengan tujuan agar keterlambatan Sang tak semakin parah karena Sang bersantai menuju ke kantor nya disaat jam sudah menunjukkan jika dirinya sudah terlambat untuk pergi ke kantor. Untunglah dengan Sang yang saat itu memicu kendaraannya dengan cepat tak mengalami kendala sampai akhirnya Sang pun bisa sampai di kantor tempatnya bekerja meskipun Sang sampai di kantornya dengan pakaian dan kondisi badan yang cukup kotor sampai teman Sang yang melihat hal itu pun langsung saja bertanya. " Sang apa kau yakin kau dalam keadaan baik dan tidak sedang berkhayal? kau buruk sekali Sang, ada apa? apa kau mengalami kecelakaan?"ujar teman Sang saat itu langsung saja bertanya setelah melihat Sang dalam kondisi yang buruk saat itu. " Aku tak apa-apa terima kasih, bukan aku yang kecelakaan tapi seseorang dan aku menolongnya tadi sampai aku sekarang dalam keadaan yang buruk, maaf kawan yang lebih aku khawatirkan aku datang terlambat sekarang apa bos ada? aku menghadapnya dulu untuk meminta maaf karena aku datang terlambat hari ini,"ujar Sang menjawab dan bicara mengenai dirinya yang ingin langsung menemui bos agar bisa meminta maaf untuk dirinya yang saat ini datang terlambat bekerja, dan dengan kondisi badan yang kurang baik. " Ya dia ada di ruangannya, dia sempat menanyakan mu tadi Sang, sepertinya karena keterlambatan mu yang baru pertama kali ini dia menanyakan mu. Ayo sana masuklah, kau benar izinlah padanya masuk kerja dengan sedikit terlambat,"ujar teman Sang yang penuh simpati saat itu kepada Sang. " Ya tentu terima kasih,"jawab Sang. Dengan cepat saat itu Sang langsung saja menghampiri bosnya di ruangan bekerjanya untuk membicarakan mengenai dirinya yang tak sengaja datang terlambat ke kantor hari ini. " Bos kau di dalam ini aku Sang, bisa aku masuk,"ujar Sang sambil mengetuk pintu ruangan bosnya. " Oh ya tentu Sang aku ada di dalam, masuklah,"jawab bosnya. Sang pun langsung saja masuk ke dalam ruangan bosnya saat itu. " Aku pikir kau bolos bekerja tanpa izin terlebih dahulu Sang, dan Sang kau yakin kau akan bekerja? maksud ku aku baru sadar kau dalam keadaan yang kurang bagus dengan pakaian di badan mu yang benar-benar kusut dan kotor Sang, apa yang terjadi?"ujar bos Sang saat itu mempertanyakan Sang yang menghadap ke bosnya dengan keadaan yang tak baik karena kotoran yang menempel di badannya saat itu. " Tidak bos aku tak berniat untuk melakukan hal itu, tapi maaf bos aku mengalami sedikit masalah tadi, di perjalanan ada orang yang mengalami kecelakaan sehingga aku tentu saja berinisiatif menolongnya tapi setelah berhasil menolongnya aku jadi seperti ini bos, dan yang paling parah adalah aku jadi terlambat untuk bekerja bos, maaf. Dan sekarang aku langsung saja ingin bertanya apa aku bisa terus bekerja atau kau tak ingin aku bekerja dan kembali pulang saja bos? maaf,"ujar Sang menceritakan sedikit kejadian yang membuat Sang bisa seperti ini sekarang, dengan meminta maaf dan bertanya mengenai apa yang seharusnya sekarang Sang lakukan melanjutkan bekerja, atau pulang lagi karena datang dengan keadaan yang kurang baik saat ini bahkan dengan dirinya yang datang terlambat. " Seperti itu kah? sayang sekali Sang tapi syukurlah kau tak apa-apa? kau siap terus bekerja atau tak siap karena kondisi mu yang bisa saja mengalami gangguan karena tragedi barusan Sang? tak usah merasa bersalah seperti itu Sang, tenang aku bisa mengerti dengan tragedi yang kau alami barusan sampai kau bisa mengalami keadaan yang cukup buruk seperti ini. Dan tenang aku tak akan mengusir mu karena datang dengan keadaan seperti ini Sang, kau sudah cukup lama bekerja disini dan bertahun-tahun kau bekerja dengan sangat baik di sini jadi keterlambatan mu yang hanya sedikit ini tak akan membuat mu mendapatkan sebuah peringatan keras dari ku Sang. Dan tenangkan dirimu aku memaafkan keterlambatan pertama kali mu ini Sang,"ujar bos Sang yang saat itu menunjukkan simpatinya juga kepada Sang karena kejadian yang menimpa Sang saat ini adalah kejadian yang tak terduga, bahkan bos Sang saat itu balik bertanya mengenai kesediaan Sang bekerja atau tidak karena mempertanyakan keadaan Sang yang saat itu sepertinya kurang baik. " Oh terima kasih bos atas pengertian mu aku sangat bersyukur jika kau tak memberikan ku peringatan atas keterlambatan ku saat ini bos terima kasih, dan untuk sekarang jika kau izinkan aku siap bekerja bos hanya saja keadaan ku kurang layak saat ini tapi aku tak apa-apa bos aku siap untuk bekerja jika kau izinkan, hanya saja aku akan mengganti pakaian ku saja dulu dengan baju kantor karena ini tentu saja tak layak untuk aku pakai sebagai baju ku untuk bekerja hari ini bos,"ujar Sang kembali berterima kasih karena bos Sang begitu sangat mengerti apa yang sudah Sang alami sehingga Sang pun memutuskan untuk lanjut bekerja saja hari itu karena Sang tak mengalami kejadian yang membuatnya cedera atas tragedi kecelakaan yang hanya mengakibatkan keterlambatan Sang untuk bekerja saja saat itu. " Ya tentu Sang sama-sama, kau kembalilah bekerja dan untuk pakaian mu kau bisa memakai pakaian kantor saja dulu, simpan baju mu yang kotor itu. Kau bisa meninggalkan ruangan ku dan bekerja saja Sang,"ujar bos Sang. " Baik bos terima kasih,"jawab Sang sambil pergi meninggalkan ruangan kerja bos saat itu. Saat itu dengan rasa bersyukur karena Sang tak mendapatkan peringatan apalagi sampai di berikan surat peringatan karena keterlambatannya langsung saja pergi ke toilet dengan membawa baju kantor yang selalu tersedia di ruang istirahat karyawan untuk mengganti pakaian Sang yang saat itu tentu saja tak layak untuk Sang gunakan lagi karena baju yang Sang pakai itu sudah begitu kotor di sebabkan oleh Sang yang tadi membantu seekor kucing yang terjebak di dalam sebuah sumur. Singkat cerita Sang pun sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian kantor yang lebih bersih sehingga Sang bisa nyaman bekerja untuk hari ini. Tanpa berlama-lama membuang waktu lagi saat itu Sang tentu saja langsung pergi ke meja kerjanya membuka laptop kerjanya dan langsung saja mengerjakan pekerjaan yang sudah menjadi tugasnya saat itu, Sang tak ingin menambah kesalahan lagi dengan membuang-buang waktu saat itu sehingga tentu saja Sang langsung mengerjakan pekerjaan yang sudah di berikan dan di simpan bosnya di meja kerjanya saat itu. " Baguslah Sang kau sudah kembali bekerja, dan tentu saja kau tak mendapatkan surat peringatan atau pengusiran karena keterlambatan mu sekarang kan Sang?"ujar teman Sang saat itu. " Ya aku bersyukur sepertinya bos mengerti apa yang sudah menimpaku barusan sampai aku bisa kembali bekerja tanpa bos memberikan ku surat peringatan. Oh ya semua berkas ini aku sepertinya harus membayar keterlambatan kerja ku saat ini dengan bekerja lebih keras dan cepat agar aku tak terus merasa bersalah karena keterlambatan ku ini,"ujar Sang. " Ya tentu saja. Kau tak usah khawatir kau itu anak emas disini, ini hari pertama mu terlambat masuk kerja dan itu pun karena kau melakukan hal yang baik tentu saja bos mengerti sampai bersimpati kepada mu Sang. Baiklah aku juga akan kembali bekerja Sang,"ujar teman Sang. " Ya tentu kawan terima kasih,"ujar Sang. " Sialan kau anak emas, lihat saja nanti kau sudah melakukan kesalahan pertama mu saat ini berhati-hati lah karena seperti nya ini adalah awal kesalahan mu yang menjadi awal kegagalan karir mu Sang, berhati-hati lah,"ujar temen Sang dalam hatinya saat itu sambil pergi meninggalkan meja kerja Sang. Saat itu Sang langsung saja melakukan apa yang menjadi niatnya saat itu yaitu bekerja dengan cepat untuk membayar keterlambatan nya saat itu. Sehingga saat sebelum tengah hari pun Sang saat itu Sang sudah bisa menyelesaikan setengah pekerjaan yang sebenarnya menumpuk yang di berikan bosnya saat itu sampai Sang saat bos nya datang ke meja Sang saat itu, bosnya memuji kerja Sang yang begitu sangat efektif. " Aku terkejut kau bisa sudah bisa menyelesaikan separuh pekerjaan banyak yang aku berikan untuk mu bahkan ini baru waktunya untuk beristirahat Sang,"ujar bos Sang saat itu. " Aku merasa bersalah dengan keterlambatan ku bekerja hari ini sehingga aku berusaha membayar keterlambatan ku ini dengan bekerja lebih cepat bos,"ujar Sang menjawab. " Ya baguslah Sang jika seperti itu, kau orang yang penuh tanggung jawab aku menyukai cara mu bekerja Sang teruskan. Dan jangan terlalu merasa bersalah karena diri mu yang sedikit terlambat hari ini Sang aku memaklumi itu, jangan terus merasa bersalah dengan keterlambatan mu hari ini apa lagi sampai membuat mu menjadi kurang fokus untuk bekerja Sang,"ujar bos kembali mengatakan mengenai dirinya yang memberikan toleransi karena keterlambatan nya hari ini yang di sebabkan oleh rasa kemanusiaan Sang membantu orang yang mengalami kecelakaan. " Baik bos terima kasih,"jawab Sang. " Baiklah ini sudah waktunya untuk beristirahat, pergilah Sang kau membutuhkannya,"ujar bos kembali. " Ya baik bos,"jawab Sang dengan ikut keluar ruangannya untuk beristirahat saat itu. " Sang kemari lah, kau mau beristirahat makan di pedagang kaki lima yang ada di dekat kantor kita?"ujar teman Sang. " Oh ya sepertinya begitu,"jawab Sang. " Oke, ayo kita pergi,"ajak teman Sang. Mereka pun saat itu pergi bersama ke sebuah tempat makan kaki lima yang dekat dengan kantor mereka dimana tempat makan tersebut di kunjungi Sang saat beristirahat kemarin. Saat sudah sampai di tempat makan tersebut pun Sang dan temannya langsung saja memesan makan dan minum untuk mereka santap saat itu. " Sang kau masih penasaran dan ingin mengunjungi toko itu? bagaimana jika esok saja? besok kita memiliki waktu libur dan tentu saja sepertinya itu waktu yang cocok untuk kita mengunjungi tempat itu Sang,"ujar teman Sang bertanya di sela-sela mereka makan saat itu. " Oh ya besok kantor tutup dan kita libur, aku tentu saja masih penasaran dan ingin mengunjungi toko itu agar bisa langsung melihat dan jika ada barang atau hewan yang aku inginkan bisa langsung saja membelinya. Dan sepertinya kita bisa menggunakan waktu kita berlibur untuk berkunjung ke toko itu,"jawab Sang menerima saran dari temannya saat itu. " Ya baiklah berarti kita sepakat? esok hari?"tanya teman Sang. " Ya tent ( Sang berdiam diri melamun sejenak ). Tunggu sebentar kawan, aku ingat sesuatu di tempat tinggal ku sedang sedikit tak aman, dan entahlah apa bisa esok hari aku pergi meninggalkan rumah disaat ibu ku sendirian diam di rumah, Aku begitu mengkhawatirkan keadaan ibu ku di saat keadaan tempat tinggal ku sedang tak kondusif, ini jadi membuat ku berpikir sangat matang jika aku harus meninggalkan rumah di saat ibu ku ada dan sendirian di rumah. Maaf kawan aku belum bisa memutuskan dengan yakin apa besok aku bisa pergi atau tidak,"ujar Sang dari yang awalnya yakin, dan sepakat akan pergi mengunjungi toko di seberang kantornya esok hari menjadi ragu karena ingat dengan perkataan Yang yang mengatakan jika sekarang di tempat tinggal mereka harus ekstra hati-hati karena sedang terjadi kejahatan. " Seperti itu Sang? aku pikir jika keadaan nya seperti itu apa yang menjadi kekhawatiran mu tak bisa dianggap remeh Sang, aku pikir kau lebih baik mempertimbangkan kembali rencana mu untuk meninggalkan rumah esok hari Sang tenang saja jika kau bisa pergi untuk melakukan rencana kita esok hari kau bisa langsung hubungi nomor telepon ku kan Sang. Bicarakan terlebih dahulu dengan ibu mu jika dia mengijinkan kau langsung saja hubungi aku dan kita akan langsung bertemu di tempat ini saja Sang,"ujar teman Sang kembali mengerti dengan apa yang Sang pikirkan mengenai kekhawatirannya tentang keadaan tempat tinggalnya yang sedang tak kondusif, lalu di akhiri dengan memberikan sebuah saran untuk esok hari. " Ya kau benar kawan terima kasih, aku rasa saran mu memang benar akan aku lakukan itu kawan, ingat kita memiliki sebuah rencana esok hari meskipun belum pasti tapi aku akan memastikan bagaimana jadinya esok hari secepat mungkin kawan,"ujar Sang. " Ya tentu Sang, aku menunggu keputusan mu,"jawab teman Sang.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN