Sang sudah sampai di rumahnya saat itu, dan langsung saja mencoba masuk ke dalam rumah, tapi.
" Trek, trek. Bu aku pulang,"pintu tak bisa di buka sehingga Sang pun memanggil ibunya.
Tapi tak ada jawaban dari ibu Sang saat itu.
" Kemana ibu pergi? sebelumnya tak pernah seperti ini, dia tak ada di jam aku pulang bekerja,"tanya Sang dalam hati.
Sampai Sang pun saat itu langsung saja duduk kembali di motornya menunggu sebentar barangkali ibunya sedang keluar, ke sebuah minimarket atau yang lainnya sampai Sang pun berdiam diri saja di motornya dengan melamun, sampai tak di sangka ada sebuah pemikiran buruk masuk ke dalam pikiran Sang saat itu, dimana Sang tiba-tiba teringat dengan perkataan ibu Sang mengenai tempat tinggalnya sekarang yang sedang terjadi beberapa tragedi yang buruk, sehingga dengan kaget saat itu Sang langsung saja sadar dari lamunannya dan tanpa berpikir panjang Sang langsung memutari kawasan rumahnya mencoba mencari jalan masuk ke rumahnya berpikir semoga saja pintu rumah bagian belakang Sang tak di kunci oleh ibu Sang jika memang tak ada hal buruk menimpa ibu Sang saat itu. Meskipun dengan pikiran yang mencoba terus saja berpikir positif Sang tetap saja merasakan hal yang tak enak dalam hatinya mengenai kejadian yang membingungkan ini, sampai Sang pun akhirnya sedikit berlari untuk mencari sebenarnya apa yang sedang terjadi ini. Dengan cepat Sang pergi ke pintu belakang saat itu mencoba membuka pintu yang kebetulan pintu itu juga di kunci.
" Bu kau di dalam? aku sudah pulang Bu tolong buka pintunya,"ujar Sang sambil menggedor pintu belakang rumah memanggil ibunya.
Tapi beberapa saat Sang menunggu sambil memanggil Yang Sang tak mendapatkan jawaban entah Yang mengalami sesuatu atau Sang memang tak ada di rumah saat itu, sampai karena merasa percuma Sang terus saja memanggil Yang dari luar Sang kembali pergi pintu depan, dengan langsung saja mencoba untuk mendobrak pintu rumah saja agar Sang bisa masuk ke dalam, dan langsung memastikan apa Yang ada di dalam atau tidak. Dengan sedikit berlari Sang akhirnya bisa ada di pintu depan rumah sampai Sang pun langsung saja menghadap ke pintu tersebut.
" Bu aku akan mendobrak pintunya,"ujar Sang berteriak.
Dan Sang pun dengan badannya yang sudah siap untuk mendobrak pintu langsung saja sedikit berlari dan menyiapkan bahunya untuk mendobrak pintu tersebut, tapi baru saja Sang akan berlari mendobrak pintu tersebut Sang di tarik oleh seseorang sampai Sang pun tak bisa melanjutkan dirinya yang akan mendobrak pintu tersebut yang akhirnya Sang pun langsung saja melihat ke belakang badannya dimana Sang merasa ada yang menariknya saat itu.
" Sang tenanglah, apa yang kau pikirkan sampai kau berpikir mencoba mendobrak pintu Sang?"ujar Yang.
" Ibu ternyata kau? syukurlah bu, dari mana kau? aku khawatir dengan keadaan mu bu, jarang-jarang kau keluar di saat waktunya aku pulang bekerja bu,"ujar Sang bertanya dengan nada khawatir.
" Ibu ( Yang terdiam ). Ah sudahlah, ayo kita masuk dulu Sang,"ujar Yang langsung saja menarik Sang untuk masuk ke rumah saat itu.
Dan mereka pun saat itu langsung saja masuk ke dalam rumah, dengan Yang yang saat itu terlihat sedikit merasa khawatir dan takut.
" Ibu sudah masak makanan untuk mu tadi sebelum keluar, jadi ayo kita makan dulu Sang kau juga pasti lapar kan sudah bekerja,"ujar Yang.
" Ya baik bu, aku akan mengganti pakaian ku dulu sebentar,"jawab Sang sambil pergi ke kamarnya saat itu berniat untuk mengganti pakaiannya terlebih dahulu dan membersihkan dirinya.
Sampai Sang pun tak lama tentu saja langsung ke meja makan duduk dan langsung mengambil makanan.
" Ayo Sang dimakan,"ujar Yang sambil menyodorkan makanan kepada Sang.
" Ya terima kasih bu,"jawab Sang.
Saat makan bersama tak ada pembicaraan apapun meskipun tadi Sang sudah bertanya kepada Yang kenapa dengan Yang yang tiba-tiba tak ada di rumah ketika waktu Sang pulang saat itu terlihat khawatir dan mengundang tanya dari Sang tak langsung kembali bertanya dan fokus saja kepada makanannya saat itu. Begitu pun dengan Yang yang saat itu sepertinya mengerti jika Sang membutuhkan rehat dulu dan makan karena baru saja pulang juga tak mengatakan hal apapun dan hanya fokus ke makanan yang sedang di santap nya saat itu, saat mereka sudah selesai makan barulah Sang pun berinisiatif untuk kembali bertanya sesuatu hal yang sudah Sang sempat katakan tadi mengenai keadaan Yang.
" Bu ak,"
" Sepertinya keadaan disini semakin tak aman Sang, entah apa yang sebenarnya terjadi tapi beberapa hari ini berturut-turut terjadi hal yang kurang wajar di tempat kita tinggal ini. Tak seperti biasanya, dan tragedi tersebut membuat ibu cemas akan keselamatan mu Sang,"ujar Yang bicara seperti itu dengan memotong Sang yang saat itu akan bicara.
" Aku baru saja ingin menanyakan hal itu pada mu bu, maksud ku tak biasanya tadi saat kam ku pulang kerja kau tak ada di rumah bu kemana kau pergi? dan yang membuat ku cemas kau datang dengan wajah yang terlihat begitu cemas dan takut, itu membuat ku cemas juga dengan keadaan mu bu, ada apa?"ujar Sang bertanya.
" Ibu tak apa-apa Sang hanya saja benar yang kau katakan jika ibu merasa cemas, tadi ibu sudah mengunjungi rekan kerja ibu di kebun yang mengalami musibah Sang, memang musibah itu tak terjadi langsung padanya tapi terjadi kepada peliharaannya, beberapa sapi dan domba nya seperti disiksa atau mungkin bukan di siksa tapi lebih tepatnya peliharaan mereka ada yang memakannya Sang, entah apa yang terjadi tapi saat ibu melihat ke rekan kerja ibu dia memperlihatkan hewan peliharaannya yang sudah dalam kondisi mengenaskan sapi dan domba mereka seperti di gerogoti oleh sesuatu yang entah apa itu bahkan yang lebih parahnya ada sapi mereka yang kehilangan setengah dari tubuh sapi tersebut, jika hewan mereka di makan entah apa yang memakan mereka tapi menyisakan daging mereka, dan jika mereka di siksa tak mungkin orang berani dengan sangat sadis seperti itu Sang memutilasi hewan sehingga hanya di sisakan setengah dari bagian tubuhnya, dan bukan hanya itu Sang kucing mereka juga mengalami hal serupa meskipun kucing mereka beruntung sepertinya bisa lari dan hanya terluka di penuhi oleh darah di sekujur tubuhnya tapi kucing itu masih hidup. Yang membuat ibu khawatir kejahatan di tempat ini sepertinya semakin hari semakin terjadi hal yang lebih ke berikan Sang ibu takut, dan khawatir jika kejahatan ini hanya pengalihan dan kejahatan ini akan terus terjadi bahkan sampai ke orangnya sekali pun Sang ibu khawatir mengenai hal itu,"ujar Yang menceritakan tragedi yang terjadi di rumah tetangga sekaligus teman kerjanya saat itu.
" Aku mengerti jika kau bicara seperti itu bu, itu tentu saja menjadi hal yang sangat kita khawatirkan karena tragedi itu ada di tempat tinggal kita bu, tapi bagaimana dengan orang-orang yang ada di sana bu mereka tak sampai terluka juga kan?"ujar Sang bertanya kembali.
" Tidak Sang mereka tak apa-apa, tragedi tersebut terjadi di siang hari yang tentu saja karena dia adalah rekan kerja ibu dia juga bekerja dengan ibu, dan suami bersama anaknya juga sedang pergi bekerja sehingga kejadian tersebut terjadi disaat tak ada orang di dalam sana, dan kejadian tersebut mereka sadari saat tadi kita pulang kerja Sang, ibu baru masuk ka dalam rumah ini sebentar tapi sudah ada teman ibu yang mengajak ibu melihat teman ibu yang mengalami masalah tersebut sampai tentu saja ibu tak ada di rumah saat kau pulang kerja tadi Sang. Tempat tinggal kita sedang tak aman Sang jadi sebaiknya kita benar-benar menjaga dan melihat situasi sekitar sini Sang, ibu takut kejahatan ini berlanjut langsung ke orang-orang termasuk kita Sang, jadi ibu mohon agar kau benar-benar berhati-hati dalam melakukan apapun Sang, jangan pulang kerja terlambat dari waktunya dan jika kau tak memiliki kepentingan lain aku harap kau tak bepergian saja Sang, ibu sangat khawatir,"ujar Sang menceritakan kembali tragedi tersebut sambil kembali memperingatkan Sang agar Sang lebih berhati-hati jika melakukan hal apapun termasuk dalam dirinya yang bepergian pulang ataupun pergi bekerja.
" Ya bu aku mendengarkan mu aku akan sangat hati-hati jika bepergian atau berada di luar rumah, dan aku juga akan berusaha pulang secepat mungkin tanpa harus pergi ke tempat lain dulu sepulang aku kerja bu aku pun mengkhawatirkan ibu, meskipun ibu ada di rumah tapi ibu sendirian dan tak ada orang yang mengawasi ibu sehingga tentu saja aku sangat mengkhawatirkan ibu juga. Ibu juga harus berhati-hati mengenai apapun bu, jika aku belum pulang bekerja kunci saja pintu agar tak ada orang yang bisa masuk ke dalam bu, Sekarang kita harus lebih waspada terhadap apapun yang ada di sekitar kita termasuk dengan orang asing bu,"ujar Sang balik mengatakan jika Sang juga khawatir dengan Yang meskipun dirinya di rumah tapi Yang hanya sendiri tak ada yang menemani sehingga tentu saja Sang sangat merasa khawatir dengan keadaanya tersebut.
" Ya Sang tak apa-apa ibu busa menjaga diri ibu, ibu akan bisa lebih menjaga diri ibu karena ibu ada di rumah, justru kau lah yang harusnya sangat berhati-hati karena kau berada di luar rumah Sang,"ujar Yang.
" Ya tentu bu, aku juga akan sangat berhati-hati dan menjaga diri ku dengan sangat baik,"ujar Sang.
Pembicaraan mereka saat itu sudah selesai sehingga Sang pun membereskan semua peralatan bekas makannya dan langsung saja pergi ke kamarnya untuk beristirahat. Dengan pikiran yang saat itu jadi merasa sedikit khawatir dan cemas mengenai tempat tinggalnya yang semakin hari semakin terjadi kejahatan Sang pun mencoba berpikir mengenai bagaimana cara agar Sang dan penduduk disini bisa menghindar dari kejahatan yang ada saat ini, bahkan tentu saja Sang ingin jika sampai bisa membuat kejahatan yang kerap terjadi sekarang dia bereskan sehingga penduduk di sini bisa aman kembali. Tapi meskipun dalam hati dan pikiran Sang sekarang berpikir seperti itu semua yang di pikirkan dan di inginkan Sang hanya sebuah keinginan semata tanpa Sang bisa melakukan hal tersebut karena Sang begitu sangat introspeksi diri ya sendiri jika Sang tak bisa berbuat apa-apa untuk melawan penjahat tersebut apa lagi untuk menghentikan kejahatan yang terjadi karena ulah dari penjahat-penjahat itu, Sang begitu sangat sadar jika dirinya hanya seorang pria biasa yang tak memiliki nyali untuk bertarung apa lagi melawan penjahat dan menghentikan kejahatan yang mereka lakukan di tempat Sang tinggal, tidak Sang begitu sadar dan sangat mengerti mengenai dirinya yang tak memiliki kekuatan lebih apa lagi keberanian untuk memberantas kejahatan sampai Sang pun saat itu tertidur karena berkhayal memikirkan Sang yang bisa menjadi pahlawan dan memberantas kejahatan dimana pun terutama di tempat Sang tinggal tentunya dengan begitu tak ada yang perlu di khawatirkan lagi oleh Sang karena keadaan ibunya, dan penduduk lain akan aman karena Sang yang menjadi pahlawan untuk mereka semua.
" Meow, meow, meow,"
Seketika mata Sang terbuka bahkan melotot karena kaget Sang tiba-tiba mendengar kucing yang mengeong sangat jelas terdengar di telinga Sang saat itu sampai Sang pun langsung saja bangkit dari tidurnya dengan mata Sang yang melotot karena kaget mendengar suara kucing yang sangat begitu jelas terdengar di telinganya saat itu. Kaget mendengar semua itu Sang langsung saja melihat ke segala arah kamarnya mencari apa ada kucing di sana saat itu karena Sang bisa sangat jelas mendengarkan suara kucing mengeong di telinganya. Tapi ketika Sang melihat ke segala arah Sang tak menemukan ada seekor kucing di kamarnya tersebut saat itu sampai Sang pun langsung saja beranjak dari tempat tidurnya membuka jendela kamarnya, seolah Sang begitu sangat yakin mendengar suara kucing mengeong sampai Sang pun tak menyerah mencoba melihat apakah benar ada kucing atau tidak di kamarnya tersebut saat itu, sampai Sang pun bisa membuka jendela kamarnya tersebut dan kembali melihat dengan sangat jeli apakah ada kucing di sekitar nya atau tidak.
" Sial, apa kau kembali berimajinasi? aku dengan sangat jelas mendengar suara tepat di telingaku tapi diluar sini, apa lagi di kamar ku tak ada seekor kucing. Dan jika di pikir lagi aku begitu keras dan jelas mendengarkan suara kucing mengeong itu berarti jika aku harusnya menemukan kucing di kamar ku, tak mungkin kucing mengeong di luar kamar tapi bisa sangat terdengar jelas di telingaku,"ujar Sang berfikir realistis saat itu mengenai suara kucing yang Sang dengarkan barusan.
Sampai saat itu Sang pun tiba-tiba melihat ada sebuah semak belukar yang bergerak beberapa saat dan Sang pun samar mendengar kembali suara kucing.
" Oh sepertinya aku tak berkhayal dan sepertinya di semak belukar sana memang ada kucing entah mungkin kucing itu sedang menangkap sesuatu, tapi aneh jika kucing itu ada di sana kenapa bisa aku mendengar suara kucing tersebut dengan sangat jelas ( Sang terdiam bingung ). Ah sudahlah sepertinya aku baru saja tertidur dan dan terlelap sehingga apa yang aku dengar menjadi sangat jelas dan mengagetkan padahal kucing tersebut jauh dari ku,"ujar Sang berpikir positif meskipun pikirannya yang masih bingung mengenai hal itu.
Saat itu karena Sang merasa sudah menemukan suara kucing tersebut Sang pun langsung saja menutup kembali jendela kamarnya dan langsung saja membaringkan kembali badannya mencoba beristirahat lagi untuk malam ini. Sang pun menutup matanya saat itu.