Tetap Kontrol Emosi

2041 Kata
" Aku tahu kau begitu sangat senang dan bahagia karena kau begitu mendapatkan banyak sekali keberuntungan hari ini tapi Sang, kau harus ingat dengan apa yang aku katakan mengenai penguasaan diri mu,"dengan berteriak ujar pedagang tersebut ketika Sang sudah dekat dengan kendaraannya. Sang pun tentu saja mendengar apa yang di katakan nya tapi Sang hanya menjawab perkataannya dengan senyuman dan jempol tangannya yang menjulur ke atas pertanda jika Sang siap, dan akan ingat dengan apa yang dia sarankan, tentu saja Sang akan selalu melakukan apa yang di katakan pedagang tersebut. Sampai dengan perasaan yang sungguh masih sangat gembira karena keberuntungan Sang yang begitu bertubi-tubi Sang dapatkan Sang pun mengendarai kendaraannya dengan perasaannya yang begitu di kuasai kebahagiaan, sampai ketika di sebuah jalan Sang pun kehilangan kendali dan tak sengaja akan menabrak mobil yang berjalan di depannya karena mobil tersebut mendadak melakukan rem, dan seketika berhenti. Untung saja meskipun Sang masih bisa mengantisipasi kecelakaan yang bisa saja terjadi saat itu dengan Sang yang secepat mungkin melakukan rem kembali sehingga Sang beruntung tak sampai menabrak mobil tersebut, dan tentu saja kecelakaan pun bisa dihindari. Perasaan senang yang Sang rasakan pun seketika sirna karena kecelakaan yang hampir saja terjadi saat itu, dan Sang pun merasa sangat kaget dengan semua itu sampai tak bisa berkata apapun, yang di lakukan Sang saat itu hanya mengatur napasnya yang begitu kacau karena sangat kaget dengan kecelakaan yang hampir terjadi. Salah satu penumpang mobil yang di depan Sang pun saat itu keluar, dan langsung menghampiri kendaraan Sang dengan langsung saja meminta maaf atas kejadian yang membuat Sang harus melakukan rem mendadak dan mengakibatkan syok sehingga sepertinya Sang hampir saja mengalami kecelakaan, lalu meminta Sang untuk berhenti di tepi jalan saat itu. Dengan kembali meminta maaf pengemudi tersebut menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dan memperlihatkan sebuah bercak darah yang cukup banyak sehingga mengakibatkan pengendara tersebut melakukan rem mendadak dan membuat Sang hampir mengalami kecelakaan, beliau pun mengatakan sebelum melakukan rem mendadak beliau mendengarkan suara yang cukup keras di depan mobil nya lalu saat di lihat sudah ada cukup banyak bercak darah, beliau berkata jika beliau mengira beliau menabrak seekor binatang atau lainnya, tapi tak ada apapun ketika beliau melihat ke depan mobilnya dan hanya ada bercak darah yang cukup banyak saja, itu lah yang terjadi sehingga menyebabkan beliau melakukan rem mendadak. Saat sudah menjelaskan hal itu pengemudi tersebut pun menenangkan dirinya dan menenangkan diri Sang yang terlihat syok karena kejadian itu. Dengan perasaan yang tentu saja syok karena mengalami hal itu tentu saja Sang benar-benar berdiam diri dengan tatapan kosong bersama dengan dirinya yang terus mengontrol nafas tanda dirinya mengalami syok yang sedikit membuat mentalnya turun. " Sial untung saja aku masih bisa melakukan rem kendaraan ku sehingga aku bisa terhindar dari kecelakaan yang bisa saja berakibat buruk bagi ku. Sabar Sang, sabar kau bisa tahan emosi mu dan tak berlebihan dalam menanggapi hal ini karena pengendara mobil tersebut juga mengakui kesalahannya dan meminta maaf aku tak boleh terpancing emosi apa lagi sampai berbuat hal yang membuat keadaan malah jadi rusuh. Tahan Sang tenangkan diri mu,"ujar Sang saat itu bicara dalam hatinya sambil terus saja mengatur nafasnya sebagai tanda jika dirinya benar-benar mencoba untuk mengatasi masalah ini dengan kepala dingin. Saat Sang terus saja mencoba menenangkan dirinya pengendara mobil yang melakukan rem mendadak pun terlihat membeli beberapa minuman lalu dengan rasa khawatir dan sedikit perbuatannya yang terlihat merasa bersalah langsung saja bicara dengan sopan dan lembut kepada Sang. " Maaf mas, aku benar-benar sangat menyesal atas kejadian ini tapi aku benar-benar mengatakan apa yang membuat ku bisa melakukan rem mendadak seperti ini sampai membuat mu hampir celaka, aku sangat-sangat merasa bersalah maafkan aku. Apa kau tak mengalami luka di badan mu?"ujar seorang wanita yang saat itu sepertinya adalah penumpang di dalam mobil tersebut sambil memberikan Sang sebuah minuman yang sudah di belinya. Sang pun tak langsung menjawab tapi berdiam diri dengan dirinya yang masih mengatur nafasnya saat itu. " Aku, aku tak apa-apa mba, aku hanya sedikit merasa kaget dan syok karena kejadian tadi, tapi untung aku tak sampai menabrak mu. Aku tak apa-apa hanya saja sepertinya aku butuh berdiam diri sejenak untuk mengembalikan mental ku yang sempat drop karena kaget, tapi aku tak apa-apa. Terima kasih minumannya,"setelah merasa sedikit baik, Sang langsung menjawab saat itu sambil langsung meminum minuman yang sudah wanita itu belikan. " Ya syukurlah jika kau tak apa-apa, aku meminta maaf sebesar-besarnya kepada mu karena aku kau jadi mengalami hal seperti ini, mungkin kau ingin aku mengantarkan ku pulang saja dan untuk kendaraan mu kau sopir ku bisa membawakannya, aku khawatir kau malah mengalami tekanan mental karena kesalahan ku ini. Bagaimana?"ujar wanita tersebut dengan lalu menawarkan untuk mengantarkan Sang pulang saja di karenakan dirinya yang khawatir. " Tidak, tidak tak apa-apa aku baik-baik saja dan kau tak perlu repot untuk melakukan hal itu, aku tidak apa-apa aku hanya merasa sedikit kaget karena hal barusan saja tapi aku benar-benar tak apa-apa, dan sekarang sepertinya aku sudah bisa menangkan diri ku dan siap untuk melanjutkan perjalanan ku pulang. Kau juga akan pulang? ayo lanjutkan saja perjalanan mu aku tak apa-apa, aku sudah merasa baik sekarang,"ujar Sang saat itu menolak apa yang di tawarkan oleh wanita tersebut, dan menyarankan agar dirinya pun melakukan hal sama dengan Sang yaitu melanjutkan perjalanannya. " Apa kau yakin? aku khawatir, dan karena ini adalah salah ku karena tadi yang membuat sopir ku melakukan rem mendadak tentu saja aku harus bertanggung jawab atas kejadian ini yang di sebabkan oleh kelakuan ku yang sepertinya berlebihan sehingga membuat mu seperti ini,"ujar wanita tersebut dengan mimik wajah yang benar-benar merasa bersalah dan khawatir kepada Sang. " Ya aku yakin aku tak apa-apa, dan sekarang sudah kau tak usah pikirkan aku, aku pamit untuk melanjutkan perjalanan ku, sebaiknya kau fokus saja dan jangan sampai kejadian yang sama terulang kembali ketika kau melanjutkan perjalanan mu,"ujar Sang sambil bangkit berdiri berniat untuk kembali ke kendaraannya melanjutkan perjalanan Sang untuk pulang, Karen saat itu hari semakin sore. " Ya baiklah jika seperti itu, maaf dan terima kasih kau tak berpikir buruk atau memanfaaatkan ini karena kecerobohan ku, tapi ( wanita tersebut diam ) nama ku Say, bisa aku tahu siapa nama mu?"ujar wanita tersebut dengan kembali meminta maaf dan kali ini sambil berterima kasih karena Sang baik dan tak memperumit kesalahannya ini apa lagi sampai menuntut wanita tersebut. lalu dengan mengulurkan tangan wanita tersebut mengenalkan nama nya. Sang terdiam sambil melihat tangan wanita tersebut yang barusan memperkenalkan namanya. " Ya tentu sama-sama aku tak apa-apa, dan sepertinya tentu saja kita tak perlu memperpanjang masalah ini apa lagi membuat masalah ini menjadi lebih rumit, karena ini hanya kesalahan kecil tak ada yang harus di perpanjang. Sang, nama ku Sang. Sampai jumpa,"ujar Sang menjawab lalu kembali mengatakan namanya saat itu, sambil menjabat tangan wanita tersebut tentu nya sambil pamit untuk pergi. Sang pun langsung saja kembali ke kendaraannya dan tentu saja melanjutkan perjalanannya yang akan berniat untuk pergi pulang sore itu. Dengan sangat hati-hati Sang tentu saja bisa dengan baik kembali menjalani kendaraannya tanpa ada sebuah hal yang Sang pikirkan meskipun sebenarnya saat itu dalam kepala, dan hati Sang masih tersimpan perasaan yang cukup membuat Sang was-was karena kejadian barusan, tapi dengan Sang yang sudah bisa mengontrol dirinya saat itu Sang pun pada akhirnya bisa sampai di rumahnya tanpa ada masalah yang menghambat Sang. " Bu aku pulang,"sambil membuka pintu Sang bicara. " Ya Sang, ibu di dapur. Lekas bersihkan dirimu, dan kemari lah ibu di dapur,"ujar Yang sedikit berteriak yang sedang berada dapur. Sang pun langsung saja ke kamarnya membersihkan dirinya, agar bisa langsung menghampiri Yang yang tengah berada di dapur. Tak butuh waktu lama Sang pun selesai membersihkan dirinya dan menuju ke dapur menghampiri Yang. " Sang kau pulang sedikit terlambat, ada masalah?"ujar Yang saat melihat Sang datang menghampiri nya saat itu. " Oh ya bu aku tadi terjebak macet karena ada rombongan sebuah kelompok di sebuah jalan yang sedang aku lewati sampai aku di himbau oleh petugas untuk berdiam diri sejenak dan membiarkan kelompok itu lewat terlebih dahulu,"ujar Sang saat itu menjawab meskipun dengan bicara hal yang tak benar agar Yang tak merasa khawatir jika sampai tahu hal yang sebenarnya terjadi di jalan tadi. " Ya baiklah jika seperti itu Sang, ini ambilah Sang ayo kita ke meja makan dan makan malam,"ujar Yang memberikan beberapa piring makanan untuk di makan oleh mereka makan saat itu. Sang pun langsung saja membawa makanan tersebut menempatkannya di meja makan dimana mereka biasa makan bersama tentu saja. Tanpa bicara apa-apa tentu saja kami hanya fokus kepada makanan yang sedang kami makan saat itu, selain Sang membiarkan Yang fokus kepada makanannya Sang pun tak bertanya hal apapun karena saat itu Sang berpikir tak ada hal yang harus di bicarakan atau Sang tanyakan kepada Yang, begitu pun dengan Yang yang sama dengan Sang saat itu hanya fokus saja ke makanan yang sedang di santap nya. " Apa kau merasa lelah Sang? dan apa kau mau bercerita kau mengalami sebuah insiden atau apa Sang,"tanya Yang tiba-tiba. " A-aku, hari ini tak ada pekerjaan tambahan bu dan pekerjaan pun bisa kau selesaikan dengan cepat dan baik bu, jadi aku tak terlalu keras kelelahan. Insiden? insiden apa itu? aku tak mengalami sebuah insiden apa-apa bu, aku baik-baik saja. Kenapa kau bertanya hal seperti itu bu?"jawab Sang, lalu bertanya. " Baguslah jika seperti itu Sang, ibu sangat bersyukur, sepertinya kau memang menjaga diri mu dengan baik. Entahlah mungkin hanya perasaan ibu saja Sang, tadi ibu sempat tiba-tiba memikirkan diri mu entah apa yang membuat ibu langsung memikirkan diri mu. Tapi ibu bertanya seperti ini karena ibu merasa khawatir saja, tapi kau barusan menjawab tak ada apa-apa tentu saja ibu tak khawatir lagi karena kau sudah menjawab dan membuat pikiran buruk ibu sirna,"jawab Yang. " Ya tentu bu ibu tak usah khawatir. Aku baik, dan aku sangat mendengar dan akan terus mendengar apa yang ibu katakan,"ujar Sang. Mereka pun fokus kembali ke makanan mereka masing-masing. " Maaf bu, aku harus berbohong lagi semoga saja dengan jawaban ku barusan membuat ibu benar-benar tak merasa khawatir kembali kepada ku yang sebenarnya mengalami sebuah insiden, maaf harus berbohong karena tak bisa mengatakan hal yang sebenarnya. Aku melakukan ini karena tak ingin membuat ibu khawatir bu,"ujar Sang dalam hatinya meminta maaf kepada Yang karena harus kembali berbohong menjawab pertanyaan Yang barusan. Beberapa saat kemudian Sang dan Yang sudah selesai makan dan membereskan peralatan makan mereka, sehingga mereka pun langsung saja kembali ke kamar mereka masing-masing untuk sama-sama beristirahat. Ketika Sang masih di meja makan tadi entah yang pikiran dan pendengaran Sang yang sedang salah tapi begitu jelas Sang mendengarkan beberapa kali suara ketukan entah dari mana asalnya, karena Sang tak ingin membuat Yang curiga dengan dirinya yang mencari sesuatu Sang pun berpura-pura tak ada yang Sang rasa aneh sampai waktu makan malam pun sudah mereka lewati. Ketika mereka sudah selesai makan malam dan membereskan semua Sang sebenarnya pergi dengan dirinya yang sedikit demi sedikit dan perlahan mencari sesuatu yang Sang rasa memang aneh, sampai pada akhirnya karena Sang tak menemukan sesuatu yang membuat suara tersebut Sang pun hanya pergi saja ke kamarnya saat itu, dan berpikir jika apa yang Sang dengarkan mungkin hanya seekor hewan kecil seperti cicak atau yang lainnya yang berlari di sebuah lemari atau yang lainnya. Dan Sang pun pergi saja ke kamarnya tanpa memikirkan hal tersebut kembali. Saat masuk ke dalam kamarnya Sang pun tak berpikir untuk langsung membaringkan dirinya untuk beristirahat apa lagi tidur, Karen hari ini masih belum terlalu larut malam Sang pun duduk saja terlebih dahulu di kursi yang menghadap ke luar jendelanya saat itu. " Aku baru ingat jika sudah lama sejak terakhir kali aku mendengar kucing di bawah sana, sampai sekarang aku belum mendengar kembali kucing tersebut. Apa kucing itu masih suka ada di luar, dan aku baru sadar jika sepertinya aku mendengar suara kucing tersebut tapi belum pernah melihat langsung, karena setiap kucing tersebut terdengar ada dia sepertinya selalubada di semak sehingga aku tak bisa melihat my dan hanya bisa mendengar suaranya saja"ujar Sang. Saat melamun seperti itu sambil mencoba melihat keluar jendelanya, Sang di kagetkan dengan suara benda yang kembali beberapa kali mengetuk sesuatu sampai Sang pun tentu saja langsung berbalik dan mencari dari mana asal benda tersebut, perlahan Sang terus saja berjalan mendekati lemari yang di duga adalah tempat ketukan benda tersebut ada.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN