Di saat Sang sedikit merasa lega karena saat itu sudah sampai di kantornya dengan selamat meskipun dengan keadaannya yang tak terlalu baik Yang merasakan hal yang tak enak masuk ke dalam pikiran dan hatinya, Yang yang saat itu tengah bekerja di kebun seperti biasa bersama teman Yang yang tentu saja adalah tetangganya merasakan hal yang entah kenapa masuk secara tiba-tiba ke dalam dirinya, dan yang di pikirkan Yang adalah Sang.
" Kenapa tiba-tiba aku begitu sangat cemas dengan Sang? apa ada yang terjadi?"ujar Yang bertanya dalam dirinya sambil sedikit melamun sehingga sejenak berhenti untuk bekerja.
Ketika Yang memiliki perasaan tak enak seperti itu dan berhenti bekerja karena perasaan cemas yang dirinya rasakan membuatnya begitu bingung dan cemas teman Yang pun sedikit mengagetkannya karena memanggil Yang dengan sambil menepuk bahunya saat itu, dan Karen itu Yang pun sadar sehingga sadar dari lamunannya. Teman Yang saat itu bertanya kenapa dengan Yang yang tiba-tiba terlihat begitu sangat cemas sehingga melamun bahkan melamun dengan sampai tak merespon beberapa kali panggilan dari temannya tersebut, sampai untuk memanggil Yang mereka harus menepuk bahu nya barulah Sang bisa merespon, karena sepertinya sudah terlihat jelas Yang begitu tiba-tiba merasa cemas Yang pun menjawab jika dirinya ingat dengan Sang yang sedang bekerja di luar sana juga. Tapi saat bicara seperti itu teman Yang menenangkan Yang dari pikiran buruknya dan mencoba berpikir positif dengan mengatakan bisa saja jika saat ini Yang begitu cemas dengan Sang anaknya sehingga Yang bisa merasakan cemas yang sedikit berlebihan saat itu, Yang pun dengan hati dan pikiran terbuka menerima apa yang di katakan temannya saat itu dan berpikir jika sepertinya apa yang di katakan temannya benar sehingga Sang pun tak kembali memikirkan perasaan cemasnya tersebut dan langsung saja bertanya kepada temannya ada apa mereka memanggil Yang. Tak bicara apa-apa lagi mereka langsung saja mengajak Yang bekerja di posisi lain karena sudut kebun yang sedang mereka buat kerja sekarang sudah cukup terawat sehingga teman Yang pun mengajak Yang untuk bekerja di sudut lain dari kebun tersebut. Dan tanpa bicara apapun apa lagi sampai menolak ajakan temannya tersebut Yang langsung saja mengikuti kemana dia berjalan, tapi meskipun begitu Yang masih saja merasa sedikit cemas dan pikirannya masih saja mengarah ke perasaan khawatir yang tiba-tiba menghampirinya dan khawatir yang Yang rasakan begitu mengarah ke keadaan Sang.
" Kenapa barusan aku bisa sampai seperti itu? apa ada sesuatu yang terjadi pada? ( Yang berjalan dengan melamun memikirkan sesuatu yang sempat barusan Yang rasakan ) ah lebih baik aku tak memikirkan hal buruk-buruk karena ini semua hanya perasaan ku yang tak jelas dan tiba-tiba aku rasakan kemungkinan besar ini hanya sebuah perasaan buruk ku yang hadir tiba-tiba karena aku yang terlalu memikirkan Sang. Lebih baik aku menenangkan pikiran ku dan melupakan apa yang aku rasakan tiba-tiba barusan, dan fokus saja ke pekerjaan ku yang sedang aku lakukan sekarang,"ujar Yang bicara seperti itu dalam hatinya sambil dirinya yang mengikuti temannya dengan lamunan panjang.
Sampai pada akhirnya Yang sudah sampai di sudut baru nya bekerja di kebun tersebut sehingga tanpa bicara apa-apa lagi tentu saja Yang fokus mengerjakan pekerjaan yang ada di sana. Sementara itu Sang yang datang ke kantornya dengan keadaan yang sangat kacau karena sebuah insiden kecil yang membuatnya seperti itu sudah bisa membereskan badannya sehingga tentu saja Sang kembali rapi dan siap untuk bekerja. Saat Sang kembali ke ruang kerjanya terlihat sudah ada bosnya di sana dan Cang pun sudah terlihat ada di meja kerjanya saat itu, saat Sang masuk ke ruang kerjanya Sang di sambut oleh bosnya dan langsung saja mengatakan jika Cang sudah kembali bekerja lalu untuk hari ini, bos langsung saja menyuruh Sang untuk langsung mengerjakan seperti biasa pekerjaan yang sudah ada di mejanya saat itu, dengan bos yang saat itu langsung pergi meninggalkan ruang kerja mereka.
" Bos bilang kemarin kita mendapatkan job tambahan tapi mendadak sehingga kau yang bekerja bersama dia ( teman mereka yang satunya lagi ) tentu saja menjadi sangat sibuk, Karena aku yang tak bisa bekerja kemarin? seperti itu kah?"ujar Cang saat itu bicara dengan tatapannya yang lurus ke depan tanpa melihat ke arah Sang.
" Ya begitulah Cang, bos berkata pekerjaan itu mendadak dan klien menginginkan pekerjaan yang di berikan nya selesai hari itu juga, bos tak bisa menolak pekerjaannya karena dia berkata pekerjaan tersebut sudah bos terima di pagi hari, dia tak mengira jika kau tak akan masuk pada saat kemarin kita mendapatkan pekerjaan mendadak tersebut, dan alasan kedua yang dia katakan adalah dia tak bisa membatalkan sesuatu yang sudah di terimanya karena klien adalah langganan kantor ini, jika sampai kita membatalkannya tentu saja itu akan berakhir buruk dan berakibat tak baik juga untuk kantor kita seperti kehilangan kepercayaan dari klien langganan kita sehingga tentu saja mau tak mau kita melakukannya hari itu juga. Tapi tak apa-apa tak ada yang menyalahkan mu, dan kemarin kita bisa menyelesaikannya meskipun dengan sedikit terlambat, jadi semuanya beres tanpa ada masalah apapun,"ujar Sang menjelaskan kebenaran yang terjadi kemarin dengan membicarakan alasan bos menerima pekerjaan itu, dan mengatakan jika semuanya baik-baik saja tanpa dia atau temannya yang menyalahkan Cang yang malah tak masuk di saat pekerjaan menumpuk hari kemarin.
" Ya baguslah jika seperti itu, untung kau bisa menyelesaikannya meskipun hanya di bantu dengan teman mu. Sepertinya itu akan menjadi nilai plus lagi di mata bos kan Sang si anak emas? baiklah sebaiknya kita kembali bekerja saja,"ujar Cang dengan perkataan yang sedikit terasa menyindir kepada Sang saat itu dan langsung saja kembali untuk bekerja.
" Em ya tentu,"jawab Sang singkat dengan gelagat yang seperti aneh kepada Cang yang terlihat sedikit tak senang.
Tapi Sang tak memikirkan itu dan menganggap semuanya baik-baik saja sehingga Sang pun langsung saja kembali bekerja seperti apa yang disarankan Cang.
" Sialan kenapa malah seperti ini, kau yang sebenarnya ingin aku singkirkan malah kembali mendapatkan penilaian bagus dari bos yang tentu saja membuat mu kembali di lebih mendapatkan kepercayaan. Lihat saja Sang ini tak akan berlangsung lama, aku akan benar-benar menyingkirkan mu, tunggu tanggal mainnya,"ujar Cang dalam hatinya saat itu dengan perasaan yang sangat kesal mengingat apa yang sudah Sang lakukan sehingga membuat bos sepertinya kembali mempeecayainya lagi.
Saat itu Sang kembali melakukan apa yang menjadi sebuah hal yang wajib di lakukannya sebelum bekerja yaitu melihat kucing yang toko di seberang kantornya pajang sebagai strategi marketing mereka saat itu. Jujur saja Sang merasa kecewa, bukan hanya sedikit tapi Sang sangat merasa kecewa dengan kebijakan toko tersebut yang tak menjual kucing tersebut, tapi apa boleh buat Sang yang mengidolakannya tak bisa memaksa untuk memilikinya, Sang pun merasa cukup meskipun hanya dengan dirinya yang bisa melihatnya saja tanpa menyentuhnya, itu sudah membuat Sang mendapatkan sebuah suntikan semangat saat dirinya bekerja. Sampai setelan seperti itu Sang pun akhirnya langsung saja mengerjakan pekerjaan yang sudah ada di mejanya setelah Sang mendapatkan suntikan semangat dari melihat kucing tersebut. Sang yang sudah biasa bekerja dengan semangat yang dia dapatkan menjadi sangat mudah mengerjakan pekerjaan yang di berikan bosnya saat itu sehingga pekerjaannya waktu itu sudah bisa Sang selesaikan sebelum waktu istirahat tiba, berbeda dengan Cang yang saat itu masih terlihat mengerjakan pekerjaan yang bosnya berikan padanya, sampai saat itu Sang kembali melihat saja dulu kucing tersebut yang begitu menarik perhatian Sang.
" Sial, sial. Dia bekerja dengan sangat cepat sementara aku masih harus mengerjakan pekerjaan yang sama di berikan bos seperti dia. Tak aneh aku terlambat menyelesaikan pekerjaan ku saat ini karena kau begitu sangat membuat ku kesal sehingga konsentrasi ku terganggu, awas kau Sang lihat saja sebentar lagi aku akan membuat mu menderita sampai kau tak bisa merasakan dan melakukan hal yang kau rasakan sekarang. Tunggu lah Sang akan ku buat penderitaan mu menjadi lebih sakit di bandingkan perasaan yang aku rasakan sekarang,"ujar Cang dengan melihat Sang yang tengah asik menghadap ke ke luar jendela melihat kucing tersebut kembali dengan perasaan kesal, dan sangat ingin membuat Sang menderita.
Sampai pada akhirnya tak terasa jika sudah menunjukan waktu untuk mereka beristirahat, sehingga Sang pun saat itu mencoba meninggalkan ruang bekerjanya dulu untuk pergi beristirahat makan dan minum di pedagang kaki lima yang biasa dia datangi saat jam istirahat, sebelum Sang pergi Sang mengajak Cang yang saat itu masih terlihat mengerjakan sesuatu di mejanya untuk beristirahat makan bersama.
" Cang kau mau beristirahat? bagaimana jika kita makan kembali di pedagang kaki lima yang ada di dekat toko kita lagi?"ujar Sang bertanya sambil mengajak Cang makan bersama kembali.
" Sepertinya tidak Sang, kau pergi lah,"ujar Cang terdengar sinis menjawab ajakan Sang.
" Oh baiklah,"jawab Sang sambil pergi meninggalkan ruang kerjanya saat itu.
Saat Sang pergi meninggalkan ruangan bekerjanya tanpa Sang sadari Cang melihat ke arah Sang dengan tatapan kebencian yang sangat jelas, sambil berkata.
" Beberapa waktu lagi aku akan buat kau pergi tanpa bisa kembali lagi kemari Sang, bersiaplah,"ujar Cang sambil tatapannya yang begitu sangat membenci Sang.
Sang yang saat itu langsung saja menuju ke tempat makan yang biasa Sang datangi langsung saja duduk dan Memes makanan yang ingin dia santap untuk beristirahat saat itu dengan minuman segar tentunya.
" Kau terlihat begitu bersemangat ada apa? kau mendapatkan hadiah?"ujar pedagang tersebut bertanya Karen melihat Sang yang datang dengan wajah nya yang tersenyum penuh semangat.
" Oh terlihat jelas kah pak? hahaha. Ya aku memang bersemangat pak, sepertinya karena puas melihat kucing itu aku jadi sangat bersemangat sekarang. Ya meskipun aku tak bisa memilikinya tapi aku merasa seperti ini saja sudah cukup pak, aku merasa cukup puas,"ujar Sang menjawab dengan dirinya yang tentu saja kembali tersenyum semangat bicara.
" Oh haha itu hal yang baik, awalnya kau tak bisa mengendalikan ego mu sampai kau memaksa menginginkan kucing tersebut sehingga kau mendapatkan sedikit masalah yang sampai membuat mu di usir oleh petugas toko tersebut, dan sekarang kau bicara seperti ini? hem sepertinya apa yang aku sarankan sudah bisa kau lakukan nak. Bagus teruskan hal itu, itu akan sangat kau butuhkan nak, kau harus bisa lebih mengontrol lagi emosi dan eso mu jadi jika suatu saat kau kehilangan kucing itu karena di ganti atau hal lainnya kau tentu saja bisa dengan ikhlas tanpa sebuah penyesalan dan pertanyaan melepas kucing itu,"ujar pedagang tersebut memuji Sang yang saat itu sepertinya sudah bisa melakukan apa yang pedagang tersebut sarankan, dan menyarankan kembali jika sebaiknya Sang terus melatih dirinya mengontrol ego dan emosinya agar bisa lebih baik lagi.
" Ya pak karena apa yang kau sarankan adalah hal benar dan sepertinya sangat aku butuhkan tentu saja aku mengikuti saran yang kau katakan, dan inilah aku sekarang sedikit bisa lebih baik sepertinya hehehe. Oh ya tentu pak untuk sesuatu yang sangat berarti dan tentunya berguna seperti ini, aku tentu akan terus mencoba melatih nya agar bisa lebih baik lagi dan untuk perkataan mu barusan bertanya atau bukan jika sampai hal itu terjadi sepertinya aku akan merasa sedih pak, tapi untuk apa terus berlarut dalam kesedihan jika aku bisa mencari penggantinya dan mengikhlaskan yang sudah pergi. Itu ucapan mu barusan. Apa aku benar?"ujar Sang menjawab, dan kembali bertanya kepada pedagang tersebut.
" Aku sangat bersyukur jika apa yang aku sarankan bisa kau terima dengan baik apa lagi sampai kau melakukan apa yang aku sarankan, aku hanya berharap kau bisa melakukan apa yang terbaik mengenai hal yang kau niatkan. Wow mengejutkan saat kau bicara seperti itu, apa yang kau katakan itu benar-benar jawaban dari hati dan pikiran mu yang sedang sadar? karena jawaban mu tersebut adalah hal yang benar-benar sangat tepat sepeti apa yang ingin aku dengarkan. Tidak ada satu hal yang kau sukai bukan berarti kau tidak akan sampai bisa kembali mendapatkan apa yang bisa menarik perhatian mu kembali,"ujar pedagang tersebut dengan dirinya yang sedikit tercengang kaget mendengarkan jawaban dari Sang yang begitu sangat tepat ingin di dengarkan nya, lalu pedagang tersebut pun kembali menambahkan saran untuk Sang.
" Terima kasih sudah membuat mu sehingga bisa berusaha menjadi orang yang lebih baik lagi pak, jika tak ada orang baik hati seperti mu sepetinya aku tak akan bisa seperti ini. Hahaha ya itu yang aku katakan dan aku pikirkan juga pak, saran mu memang sangat berguna bagi ku bahkan sangat-sangat berguna. Terima kasih,"ujar Sang berterima kasih karena saran dari pedagang tersebut yang begitu sangat berguna untuk Sang.