“Halo, Bim! Bagaimana?” Wahyu berbicara dengan seseorang di telepon sebelum menyalakan mesin mobil. “Tolong kabari saya kalau ada pergerakan yang mencurigakan.” “Baik, pantau terus, dan kabarkan segera.” Lalu nampak menekan nomor ponsel lainnya, menempelkan kembali ponsel di daun telinga. “Gimana?” gaya khas seseorang menerima laporan. “Oke, terus perhatikan dan laporkan!” Wahyu menutup telpon, memutar kunci, segera menginjak gas, tak memperdulikan pagar yang terbuka begitu saja tak ada yang menutup. Mungkin Bik Inah sedang sibuk mengurusi hal yang lain. Sampai ia membuka pagar sendiri. Sepertinya ia butuh satu pekerja rumah lagi. Kasihan Bik Inah mengerjakan semuanya sendirian. Jika sebelumnya hanya Rayyan yang tinggal dirumah, wanita tua itu tidak terlalu kerepotan. Kini ada dua

