Dijemput Danu

1744 Kata

“Hallo, Ra?” “...” tak terdengar jawaban dari seberang telepon. “Ra, kamu kamu masih dengerin aku kan?” Rayyan memastikan lawan bicaranya. Sejak tadi kekasihnya itu lebih banyak terdiam ketimbang menjawab obrolan mereka. “Ah, Sorry, Ray! Iya, iya kenapa?” gagap Tiara, seperti baru terbangun dari lamunan. “Kamu kenapa? Kamu melamun?” “Ah, pikiranku lagi kalut banget Ray, maaf. Jadi enggak fokus sama telepon kamu. Maaf, Ya!” “Ada malasah apa, Ra?” selidik Rayyan. Tak biasanya Tiara selesu dan tidak fokus seperti malam ini. “Aku Video Call ya!’ “Jangan, Ray. Mataku bengkak, habis nangis.” “Nangis kenapa?” “Aku habis telpon Bunga. Enggak tau, kangen aja sampe nangis.” Tiara menghempaskan tubuhnya di atas ranjang ukuran single, fasilitas dari asrama yang disediakan pihak kampus. “Ya u

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN