Cuaca di luar sedang berangin cukup kencang. Tiara merapatkan jaket yang ia kenakan. Tak ingin angin ikut memeluknya erat. “Butuh masker?” Danu memberi tawaran. Itu kalimat pertamanya setelah keduanya berada dalam kondisi canggung karena kejadian tadi. “Enggak, Mas.” “Tapi, Ra!” “Cuma sebentar kok, Mas! Aku pake syal aja.” Tiara menaikan sedikit bagian syal di leher menutupi wajah. Danu menyimpan kembali masker yang ditolak Tiara. Ia pun memutuskan untuk tidak menggunakan penutup muka itu. “Nih!” kali ini Danu menyodorkan sebuah kacamata hitam. “Supaya kamu bebas nangis.” Lanjut Danu sambil tersenyum. Tiara meraihnya. Baru saja hendak memasangkan di wajahnya, nampak Rayyan baru keluar dari kompleks pemakaman. Akh, dari mana dia? Berkunjung di makam siapa? Sepengetahuan Tiara, kel

