Part 21 Ketika istirahat, Malvin juga tetap diam dan langsung keluar dari kelas. Salma merasa ada keanehan pada diri Malvin. Sebab lelaki itu biasanya menggodanya dan mengutinya kemana pun dirinya pergi. Ia beranjak berdiri kala Cindy sudah melambai tangannya di ambang pintu, mengajaknya ke kantin bersama Cerry dan Cika. Sesampainya di kantin, tidak ada bangku yang biasa diisi empat orang dan mereka akhirnya duduk di bangku yang panjang. Bangku yang mereka duduki terletak di paling pinggir di kantin dan di sisi kiri kantin itu terdapat lapangan futdal membuat Salma bisa menyaksikan para siswi yang tengah bermain futsal dan katanya akan tanding dua bulan lagi. "Rasanya sudah lama, gue nggak main bola." Gumamnya. "Lo anak futsal?" tanya Cerry ikut mengarahkan pandangannya ke sisi kir

