Part 95 "Maaf." "Jadi memory itu hilang?" tanya Silvia seraya bersedekap d**a dan menatap tajam ke temannya. Karena tadinya dicari oleh pembantunya dan katanya tas yang menjadi tempat penyimpanan memory itu tidak ada. Akhirnya Silvia mengajak teman-temannya membolos hari ini dan berangkat ke rumah Venya hanya ingin mencari tas milik Venya tersebut. Kondisi kamar Venya sekarang pula berantakkan sekali, tentunya Silvia yang paling panik sendiri bahkan ada beberapa barang yang ikut rusak karena Silvia terlalu brutal mencari tas milik Venya dan kini Venya menangis sembari berlutut di hadapan Silvia. "Anj, kenapa bisa hilang?" Nada suara Silvia meninggi disertai decakan kesal. "Enggak tau, Vi. Maafin gue," jawab Venya. "Parah lo, ceroboh banget." Mika berkacak pinggang dan beberapa

