Itu Ajaran Kakaknya

1223 Kata

Malam harinya, setelah Luke pulang dari rumah tahanan. Ia kembali datang ke kamar Luciana untuk membawakan air hangat. Seperti biasanya, Luci harus melakukan terapi agar peredaran darah di seluruh tubuhnya lancar. Semua karena ia sama sekali tak pernah bergerak dari tempat tidur, setelah pemakaman Amanda. Hanya untuk mandi dan buang air saja, Luci mau meninggalkan ranjangnya. Selebihnya, ia sama sekali tak berselera. Ia merasa, hidup dan dunianya telah hancur, dan itu membuatnya menggila. "Romo, ini air hangatnya," kata Luke santun, dengan kepala tertunduk. Sebab, ia begitu takut melihat Luciana. "Kompres dulu kaki Mami Luci dengan handuk ya, Luke!" Luke menganggukkan kepala, sambil tersenyum. "Iya, Romo." "Nggak usah!" bentak Luciana yang tak membiarkan siapa pun menyentuh tubuhnya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN