Dengan pakaian serba hitamnya di tambah topi dan masker yang dia pakai, Alexander berdiri di sudut hotel untuk memantau buruannya. Victoria. Meskipun ini ide gila, Alexander tidak sedikitpun ragu untuk melakukannya. Itu semua karena Alexander memang sudah gila. Jadi ini bukanlah hal sulit. "Aissh, kenapa si cantik tidak keluar kamar, kakiku rasanya mau copot tiga jam berdiri disini" gerutu Alexander. Entahlah, apa yang ada dalam otak milik Park Alexander, kenapa dia harus bersusah-susah sembunyi, jika dia bisa memantau Victoria dari dalam kamarnya. Park Alexander memang luar biasa. "Sabar, kalau misi ingin berhasil memang harus penuh kesabaran. Ingat, bersabar bisa membuat wajah semakin tampan" ucap Alexander menyemangati dirinya sendiri. "Paman. Kau seorang penguntit!" Suara lantang

