"jadi paman, cepat katakan apa yang akan kau lakukan. Aku harus pergi bersama keluarga sebentar lagi" ucap Xander yang mulai kesal kepada Alexander. Pasalnya, dari dua jam yang lalu Alexander bilang jika dia sudah memiliki rencana, tapi sampai sekarang, dia tidak pernah mengatakan rencananya. "Intinya kau punya rencana atau tidak. Jika hanya berdiam diri seperti ini. Aku pergi. Keluargaku pasti sedang bersiap sekarang" tegas Xander lalu bangkit. Tapi sebelum dia pergi, Alexander menahan langkahnya. Menatap Xander dengan pandangan berbeda, pandangan penuh keraguan. "Aku hanya takut" lirih Alexander yang masih bisa si dengar Xander. Kemana Alexander cerewet tadi? Melihat wajah Alexander yang lebih mirip anak anjing lucu milik adiknya. Xander akhirnya kembali duduk. Oke, kita beri kesempat

