15 - Rival

1471 Kata

Mereka sudah berangkat ke kantor. Di dalam mobil, Taris tak berhenti mengoceh. Ia merencanakan acara kencan mereka. Kemanapun yang belum mereka kunjungi, Taris bahkan membuat list di handphonenya. "Kak El, kak El, yang jelas kita harus ke Bali. Terus ke raja ampat, ke jogja, itu wajib banget. Kan kita belum ke sana." Oceh Taris. "Nggak ke luar negeri aja?" "Enggak, keliling Indonesia aja. Kan lebih bagus." "Yaudah ke Bali, terus ke mana?" "Itu, ke pulau lombok deh mampir. Gimana?" "Iya boleh." "Tapi pake uang kak El." Bukannya kesal mendengar ucapan Taris, El malah tertawa. Bahkan tanpa Taris mintapun El juga tidak akan membiarkan Taris membayar. El tahu Taris belum berpenghasilan lebih. Berbeda lagi dengannya. Sampai bingung cara menghabiskannya bagaimana. "Hahaha, iya." "Ih baik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN