Boy POV. Akhirnya prosesi bersalin Nadine selesai juga. Putriku lahir dengan selamat, prosesnya pun cepat sekali, baru aku menutup mataku, karena tidak tega melihat Nadine mengejan maksimal sampai remasan tangannya di tanganku keras sekali, tau tau, baju dokter Sabrina sudah belepotan darah waktu aku membuka mata, lalu suara tangis bayi terdengar. Entahlah mungkin aku salah, karena pikiranku tidak focus di proses bersalin Nadine saja, tapi pada Adam di luar ruang bersalin juga. Aku selesaikan kewajibanku mengazani putriku lalu aku berikan lagi pada Nadine, yang happy sekali walaupun wajahnya kusut masai, karena keringat dan airmatanya. “Aku lihat Adam dulu ya!!, kasihan anakku yang lain” pamitku meninggalkan Nadine yang mulai sibuk menyusui baby kami. “Titip putri dan istri saya dok!!

