60. Pejantan Yang Di Ragukan

2736 Kata

Boy POV. Aku baru mengejapkan mataku saat Nadine masuk kamar dengan wajah cemberut. “Morning….” sapaku. “SIANG!!!, kamu gak lihat matahari udah tinggi” omelnya sambil tolak pinggang. Aku tertawa serak lalu bangkit terduduk di ranjang. “Kenapa sih galak amat?” protesku. “Mami Boi!!!” cetusnya merengek lalu duduk di tepi ranjang. “Mami kenapa?” tanyaku bersiap menghadapi drama mantu dan mertua. Dia cemberut. “Kenapa mami?, galakin kamu?” tanyaku lagi. “Masa larang kita kerja, kerjaan aku gimana?” keluhnya. Oh masalah itu. “Memang pekerja di yayasan gak bisa menangani?” tanyaku. Dia cemberut lagi. Jadi gemes melihat mode ngambek Nadine tuh, tidak berubah dari dulu. Orang dimana mana kalo cemberut tuh jelek. Tidak dengan Nadine, malah rasanya mau banget aku cipok. “Eh mau apa?” p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN