Nadine POV. Di usia Adam yang semakin besar, benar kedua mertuaku, dia malah sering mengajakku berdebat. Pintar sekali anak papi Boy tuh. Apa aja mesti di turuti, dan celakanya semua orang selalu menuruti. Apalagi oma, opa dan papinya. “No!!, gak kalo Lego, mainan lain” tolakku saat kami jalan jalan ke mall. Dan sudah pasti tujuan Adam toko mainan. Keponakanku beneran mengenalkan sekali Adam dengan toko mainan. “Bang El sama bang Bie punya lego juga mih!!, masa aku gak punya” protesnya. “Lalu mobil mobil kecil kamu yang jumlahnya banyak banget, mau kamu apakan?” balasku. “Di pajanglah, om Andra bilang itu memang mobil pajangan, bukan untuk di mainin” jawabnya. Aku menghela nafas, dan menatap Boy yang santai menonton kami berdebat. “Pih!!, say something dong!!, Lego gak banget untuk

