Boy POV. “DI PINGIT!!!!!” seruku protes. Kedua orang tua kami mengangguk termasuk Nadine yang duduk di sebelahku. Aku pikir, kenapa aku dan Nadine di panggil ke rumah orang tuaku. Baru enak enak berduaan setelah kami bertengkar kemarin, sekarang harus berpisah lagi untuk alasan di pingit. “Acara pernikahan kalian tinggal seminggu lagi. Kalo kalian dekatan trus nanti malah bertengkar” kata mami. Aku berdecak. “Udah bertengkarnya kemarin mih, dan kami baru baikan, mamikan tau soal ini, aku cerita bukan soal Nadine yang ngambek karena kecapean?” kataku pada mamiku. Para orang tua tertawa pelan. “Makanya biar Nadine tidak ngambek karena kecapean, biar Nadine relax dulu di Bali sampai tiba hari H. Kamu akan nyusul dengan mami dan papi, juga keluarga yang lain di hari jumat siang” kata Pa

