Aku tuh ingin sekali kesal pada wajah tuan muda suami yang terlihat tenang waktu kami bergabung dengan anggota keluarga kami yang lain untuk makan. Yang lain sih untuk makan siang, kalo aku dan Boy tentu untuk sarapan merangkap makan siang. Kenapa bisa begitu?, semua karena tuan muda suami baru melepasku benar benar mandi setelah kami bercocok tanam lagi di kamar mandi. Benar kedua kakak iparku bilang, laki itu selalu menyerah kalah dengan s*x. Hanya herannya, kenapa selama pacaran, dia bisa nahan diri, kok ya setelah kami menikah, tuh pisang mengkel trus, cuma melihat aku telanjang. Ampun bangetkan?. Aku baru bangun tidur aja, udah di hajar lagi. Kirain cukup, aku mandi pun masih di kejar. “Mau apa deh?” tanyaku melihatnya bergabung denganku di bawah shower. “Mandilah…” jawabnya. H

