77. Resign

2642 Kata

Aku pikir rasa lelahku tidak berlanjut di hari hari berikutnya. Ternyata semakin menjadi. Aku salah waktu berpikir kalo rasa lelahku yang kemarin, karena aku belum beradaptasi dengan kegiatan baruku yang biasanya banyak di rumah lalu harus bekerja keluar rumah. Sehari dua hari masih bisa aku tangani karena mami selalu datang tepat waktu untuk membantu mengurus Adam. Boy juga anteng karena aku tetap menuruti kemauannya. Sampai kemudian mami datang telat ke rumah kami. “Mami kenapa belum datang Yang?, mami gak ada kasih kabar kamu?” tanyanya gelisah menatapku yang menggendong Adam. “Mungkin belum selesai urus papi” jawabku. Boy berdecak. “Dan aku tidak akan kasih kamu biarkan Adam di rumah hanya dengan suster” jawabnya. Aku menghela nafas. “Ya sudah kamu jalan lebih dulu aja ke kantor.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN