Esok paginya, Laura menjalani hari seperti biasanya. Walau hati masih terasa mengganjal dengan perubahan Bunda Naren yang tadinya hangat menjadi datar saat berbicara. Laura yakin itu berhubungan dengan tas pemberian Naren. Harganya juga fantastis, sedang keduanya baru dalam hubungan pacaran. Ibu mana saja pasti akan merasa kurang suka. Dan menduga bahwa pihak perempuan yang meminta. Bunda Naren bisa saja berpikiran bahwa Laura perempuan matre, meminta barang mahal pada kekasihnya. Padahal demi Tuhan, tidak pernah sekalipun meminta pada Naren selama menjalin hubungan. Laura masih punya orang tua dan dua abang untuk memenuhi kebutuhan serta keinginannya tanpa diminta. Dan jangan lupakan penghasilan yang masuk ke rekening tiap bulannya. Bukan sombong, jika dihitung bisa saja penghasilan plus

