“Kamu gak nanggepin kan Dek?” tanya Naren penuh selidik. Laura menggeleng. Namun kemudian mengangguk. Laura kan menanggapi ucapan Leon tadi. Ah, menjawab pertanyaan masuk dalam menanggapi bukan? “Loh kok gitu?’ tanya Naren tidak suka. Laura menggaruk rambutnya bingung. “Tadi Dia tanya sama Aku, masa gak dijawab? Kan kasihan,” jawab Laura. Sepertinya ada perbedaan mengenai arti menanggapi dari sisi Naren dan sisi Laura. “Aduh, bukan gitu. Maksud Aku, Dia itu kelihatan naksir Kamu. Suka sama Kamu. Makanya jadi aneh kaya yang Kamu bilang Dek. Terus Kamunya gak kasih respon yang berlebihkan?” “Respon yang berlebih itu kaya apa? Kalo jawab pertanyaan yang kaya tadi, mau pulang bareng gak? Terus Aku kan bales ‘maaf gak bisa, udah ada yang jemput’ itu masuk respon berlebih apa engga Kak?”

