Part 39 - Paris, I'm coming

1145 Kata

Dini hari, Laura bangun dengan dibangunkan Lilina. Laura masih saja terpejam. Enggan mulai menyiapkan diri untuk penerbangan pagi ini. "Dek, ayo buruan. Nanti ketinggalan pesawat nangis." Lilina menarik tangan Laura. "Ma, masih pagi banget. Ngantuk," gumam Laura setengah tidur. "Mau di batalin aja? Nih Mama telfon Naren sekarang ya," ancam Lilina. Laura dengan cepat memasuki kamar mandi. Mengguyur tubuhnya dengan air hangat. Masih terlalu dingin. Bisa-bisa nanti Laura masuk angin. Lilina berdecak. Kalau sudah membawa nama Naren, Laura langsung menurut. Dasar. Menyiapkan segala keperluan yang akan di bawa pada ransel. Laura memakan roti untuk mengganjal perut. Tidak sempat untuk makan terlebih dahulu. Takut tidak terburu waktu. Lagi pula di pesawat juga dapat jatah makan pagi.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN