Patah hati mengajarkan kita cara merelakan Sementara cinta mengajarkan kita memperjuangkan *** "Dengerin gue baik-baik, gue baru denger kalau dia itu punya niat jelek. Mending lo jaga jarak!" "Apa hak lo ngelarang gue?" "Gue temen lo. Asal lo tau ya, gue sampai diomelin sehari semalem sama Disya. Gara-gara bantuin si Dipta comblangin ke elo." Tiara mengernyitan dahi. Ia baru sadar ternyata selama ini bukan hanya Lani yang ada di balik Dipta, tapi juga Abrar. Lengser sudah rasa ge-ernya. Ia kira Abrar perhatian karena lebih dari sekadar teman, rupanya hanya takut dimarahi istri. Dasar laki-laki bucin dan tidak peka. Begitu keluh Tiara dalam batin. Sekarang hatinya sudah lebih bisa menerima. Tidak ada lagi cemburu berlebih ketika cinta pertamanya menyebut nama sang istri di telinga T

