Pengabdian Cinta

2259 Kata

“Daddy, adek potong lambut, ya.” Denis hari ini tidak ke kantor, keadaannya sedikit tidak membaik. Di karenakan kepalanya sakit karena begadang menemani anaknya bermain. Kalau si kembar tidur siang, sudah pasti akan jarang sekali dia bisa tidur untuk menemani si kembar. “Hmm, nanti Daddy yang potong. Udah gitu langsung mandi.” “Daddy bica?” “Bisa.” Denis beranjak dari tempat duduknya lalu pergi ke lemari dengan membuka laci bagian bawah untuk mengambil alat cukur di sana yang belum pernah digunakannya. Dia pernah mencukur papanya dulu tapi alatnya ketinggalan di rumah lama. Lalu sekarang dia diminta oleh anaknya. “Ayo ke belakang!” Renata datang membawa Ghava ke sana. “Mau ke mana sih? Katanya sakit kepala.” “Mau cukur adek, mumpung dia mau. Males ah nanti dia nggak mau cukur r

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN