Setelah melewati hari sabtu dimana aku dan Fattah akhirnya gagal bertemu dengan penanggungjawab pakaian pernikahan kami karena Fattah yang tiba-tiba jatuh sakit, akhirnya aku bertemu dengan hari minggu yang pastinya akan sangat melelahkan. Jam enam pagi aku sudah berangkat dari rumah karena kayanya, bus akan mulai berangkat jam tujuh tepat. Padahal niatnya aku ingin membatalkan keikutsertaan diriku dalam acara kali ini karena aku ingin menemani Fattah yang sedang sakit, tapi apa mau dikata bahwa Mas Adit menetapkan denda untuk siapa saja yang membatalkan keikutsertaan nya secara tiba-tiba. Maka disini lah aku sekarang, duduk di dalam bus bersama dengan Lalisa. Sedangkan di kursi seberang ku ada Kale bersama dengan Fahri, salah satu teman satu ruangan kami. Tadi aku sempat mendengar bahwa

