"Iya, sebentar lagi aku berangkat. Kamu sudah sampai?" Dengan mengenakan sepatu tanpa hak, aku berlari keluar dari kamar. Pagi ini aku memiliki janji bertemu dengan Fattah di salah satu restoran di dekat kantorku. Tujuannya adalah hanya untuk menyerahkan contoh undangan yang dikirimkan WO kami pada Fattah. Fattah bilang dia tidak mengerti sehingga menyerahkan hal ini pada aku dan keluargaku. begitu juga dengan Ibu yang membebaskan aku untuk memilihnya. Tapi karena semalam aku mengalami flu, aku nyaris tidak bisa tidur sampai pagi sehingga akhirnya aku kesiangan. Jam tujuh aku baru bangun dan terburu-buru bersiap untuk berangkat ke kantor. "Loh, enggak sarapan?" tanya Mama saat aku malah melewati meja makan begitu saja. "Telat, Ma. Aku janjian sama Mas Fattah di dekat kantor, jadi haru

