IND 14

883 Kata

Setelah Kak Sean benar-benar terlelap. Aku menggigit bibir bawahku agar tak terisak keras menyuarakan perihnya rasa yang aku rasakan. Entah mana yang lebih perih. Inti tubuhku yang baru saja menerima robekan untuk pertama kalinya, atau hatiku yang harus kembali menerima kenyataan, jika aku memang hanya sebuah bayangan untuknya. Aku pengganti dan ... aku ... tidak punya nilai sama sekali di hati suamiku sendiri. Entahlah. Aku tak bisa membedakannya lagi. Yang jelas, rasanya benar-benar sakit sekali. Apa aku memang benar-benar tak berharga? “Audy ....” Lihatlah! Bahkan dalam tidurnya pun, dan meski baru saja merenggut mahkotaku. Yang dia ingat cuma istri pertamanya saja. Lalu, di mana posisiku diletakkan olehnya? Tidak ada. Tentu saja. Karena baginya aku memang tak punya arti apapun. Iy

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN