IND 21

933 Kata

“Lalu ada apa lagi kamu menghubungi saya? Orang suruhan saya sudah datang menjemput kamu, kan?” Setelah beberapa saat terdiam, Kak Sean pun kembali bersuara. Nah, mumpung lagi dibahas, mari kita bicarakan baik-baik. “Justru karena itu Rara nelepon Kakak. Karena Rara tidak bisa pulang saat ini,” ungkapku kemudian, tak ingin membuang waktu. “Saya sudah bilang. Saya tidak mau mendengar bantahan apapun!” Kak Sean pun mulai murka kembali. “Tapi Rara sebentar lagi sidang skripsi, Kak. Rara gak—” “Saya juga sudah bilang. Persetan dengan kuliah kamu, Ra! S1 kamu gak akan berguna kalau masalah ini tidak selesai,” sela Kak Sean cepat, benar-benar tak membiarkan aku menjelaskan kondisiku. Aku pun diam-diam menggeram kesal dan mengepalkan tangan dengan erat. Pria ini benar-benar egois sekali! “

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN