ATHAR PoV Jantungku … Oh Tuhan, ada yang salah dengan jantungku ketika saling memandang dengan Zyana seperti ini. Jantungku berdetak sangat cepat seolah baru saja selesai lari marathon. Tatapannya yang lembut membuai hatiku, bibirnya yang ranum menggoda jiwaku, memanggilku untuk menyentuhnya. Kucoba tepis keinginan itu tapi sia-sia. Kudekatkan wajahku ke wajahnya tanpa mengalihkan pandangan. Namun, Zyana tiba-tiba berdiri membuatku tersadar, tak seharusnya aku mendekatinya seolah aku ingin merebut hatinya. Satu-satunya alasan aku memberi Zyana waktu hanya agar aku tak perlu berbohong pada Rania. “Aku mau tidur," ujarnya yang langsung kepersilakan dengan anggukan kepala. Aku mematikan televisi lalu pergi ke kolam di halaman belakang rumah, aku butuh udara segar setelah apa yang terjadi

