STC 26

1100 Kata

Zyana tampak malu-malu ketika aku tak berhenti mengekorinya yang memilih pakaian dalam, aku menekankan bahwa kami suami istri dan hal seperti ini tidak perlu membuatnya canggung. Apa tindakanku sudah terlalu jauh? Entahlah, toh faktanya kami memang suami istri. “Kenapa wajahmu masih merah begitu?” godaku ketika kami keluar dari toko. “Nggak apa-apa.” Zyana menggeleng sambil menunduk dalam, membuatku menahan senyum geli hingga tiba-tiba seseorang yang berjalan terburu-buru menabraknya. Zyana hampir saja jatuh, untunglah aku menangkap tubuhnya dengan sigap. “Kamu nggak apa-apa, Zyana?” tanyaku panik yang hanya dijawab gelengan kepala, sementara orang yang menabrak minta maaf tanpa berhenti berjalan. “Dasar, apa nggak liat kalau ada orang," gerutuku. “Aku nggak apa-apa kok, Mas,” ujar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN