. . Dia sudah tidak sanggup kalau harus menunggu lama lagi. Dia ingin mereka segera rujuk secepatnya! . . *** Sore itu, Rodja dan Ustaz Yahya tiba di depan gerbang rumah Annisa. Rumah itu bertingkat dua. Di lantai atas ada dua balkon dengan dua jendela besar. Di seberang rumah Annisa, ada sebuah warung kopi kecil. Seorang laki-laki berpakaian gaya 70-an berwarna putih gading sedang duduk nongkrong di warung itu. Dia adalah seorang sales yang memang sering nongkrong di sana. Dia mengeluarkan sisir besinya dari kantung celana, menyisir rambutnya yang klimis. Laki-laki itu berdiri dan mendekati Rodja dan Ustaz Yahya. “Mas, cari siapa ya?” tanya lelaki antik itu. “Mau cari teman saya,” jawab Rodja singkat. “Temannya namanya siapa, Mas?” tanya pria berpenampilan oldies itu

