Persiapan Konfrontasi

1694 Kata

. . Tidak akan menimpa kamu, apapun yang kamu ditakdirkan luput darinya. . . *** Pintu depan rumah Rodja terdengar diketuk. “Assalamualaikum,” sapa suara pria yang familiar di telinga Rodja. Rodja membukakan pintu. “Wa alaikum salam. Silakan masuk, Pak Ustaz,” ucap Rodja berusaha tersenyum, walau Ustaz Yahya bisa menebak mood Rodja yang sedang tidak bagus, dan itu artinya hubungannya dengan Annisa belum membaik. Setelah mereka berdua duduk di sofa, Ustaz Yahya tetap menanyakan kabar, “gimana masalah dengan Annisa? Masih belum selesai?” Rodja menggeleng lemas. Berhubung Annisa masih ngambek, kemungkinan dia tidak akan hadir di pengajian sore ini. “Pak Ustaz, apa besok ada waktu? Pak Ustaz bisa temani saya ke rumah Annisa? Saya gak tahu alamatnya. Saya harus ketemu dia. Saya ga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN