Beberapa detik berlalu hanya dengan keheningan. Setelah apa yang Gibran ucapkan, entah kenapa ia merasa sakit hati dengan keinginan Gibran yang baginya sangat egois tanpa memikirkan bagaimana mental Jasmine. "Tapi, Hun ... " "Ini tugas kamu, Dys. Untuk menjelaskan semuanya kepada Jasmine, saya tidak mau kamu menunda-nundanya lagi. Paham?" Gibran mengatakan hal itu dengan nada kasar setengah memaksa. "Hun, aku pasti akan menjelaskan tentang hal itu pada Jasmine. Kamu tidak usah khawatir, tapi aku hanya sedang menunggu waktu yang tepat," tawar Gladys sambil mengikuti langkah Gibran yang bergerak ke arah lain di ruangan itu. "Tepat? Menurut kamu, kapan waktu yang tepat itu? Besok? Lusa? Atau sepuluh tahun lagi?!" teriak Gibran emosional. Gladys menatap lelaki itu tanpa bisa mengatakan ap

