"Apa kalian sudah memikirkan hal itu matang-matang?" tanya Dwayne. Alb dan Gladys mengangguk bersamaan. Dwayne terlihat menahan napas. Ia lalu menyandarkan kepalanya ke kursi secara perlahan, matanya memandang pada dua orang muda di depannya secara bergantian. "Lalu, bagaimana dengan hak asuh Jasmine? Apa kalian sudah memikirkan hal itu?" tanya Dwayne dengan tenang. "Hak asuh Jasmine, harus jatuh kepada saya," tegas Gladys tanpa tedeng aling-aling. Dwayne mengerutkan dahinya. "Bukankah semua harus melalui putusan hakim? Tidak bisa dengan cara seperti itu," sahut Dwayne yang terlihat keberatan dengan ucapan Gladys. "Karena Jasmine adalah anak kandung saya, Pa." "Apa?! Apa maksud dar ucapan kamu, Gladys?" Tentu saja Dwayne terkejut dengan kata-kata yang lolos dari bibir menantu perem

