"Justru karena aku menganggapnya sangat serius, aku memutuskan untuk berhenti. Aku akan pergi dan menghilang dari kota ini." Kara mengangguk mantap. Frank mendengus remeh. "Kau ini memang bodoh atau pura-pura lugu? Kakekku bukan orang sembarangan. Anak buahnya tersebar luas di negara ini. Pindah kota saja tidak cukup untuk menyelamatkan diri." Kara menarik napas berat. Ia tahu bahwa omongan Frank benar. Namun, hanya dengan cara itu, ia memiliki peluang untuk mengamankan si Kembar. "Aku sudah mengundurkan diri, jadi keselamatanku sudah bukan urusanmu lagi." "Omong kosong!" Frank menggebrak meja. Sedetik kemudian, ia menyobek surat Kara menjadi serpihan. "Aku adalah satu-satunya pilihan untukmu bertahan hidup." Kara menghela napas. Dengan raut lelah, ia mengeluarkan amplop lain dari ta

