"Berapa umurmu?" tanya Frank spontan. Emily tiba-tiba mengerutkan alis. Bukannya menjawab, ia malah menggeleng. "Maaf, Tuan. Mama bilang, kami tidak boleh membagikan informasi pribadi kepada orang asing." "Tapi kau sudah memberitahukan namamu." "Itu bentuk dari tanggung jawab. Siapa tahu, lututmu sakit dan kau mau menuntutku. Kau bisa datang ke sini lagi dan mencariku." Frank terkesima. Jawaban itu terlalu dewasa untuk Emily. “Sekretaris bodoh itu tidak mungkin melahirkan anak sejenius ini. Pasti hanya kebetulan jika nama belakang mereka sama.” Selagi Frank tenggelam dalam perenungan, Emily mengangguk hormat. "Sekarang permisi, Tuan. Aku harus menemui saudaraku. Aku takut dia menabrak orang lain kalau terus mencariku." Dengan mata berbinar, Frank menatap punggung mungil Emily menj

