“Bukankah kemarin saya sudah menjadi pelayan pribadi Anda saat menggantikan Jeremy?” Suara Kara serak. Kerongkongannya panas. “Itu asisten pribadi. Yang sedang kita bahas adalah pelayan pribadi. Dari detik aku membuka mata hingga detik aku memejamkan mata, aku ingin kau selalu siaga.” Kara berusaha memaksakan senyum, tetapi gagal. Tangisan si Kembar telah membayangi pikirannya. Ia tidak mungkin mendedikasikan seluruh waktu untuk Frank, sementara anak-anaknya dititipkan 24 jam kepada sang ibu. “Saya harus selalu melayani Anda selama tiga bulan ke depan? Tidakkah Anda merasa itu berlebihan?” “Kau tidak bersedia? Kalau begitu, nikmatilah tiga bulanmu sebagai sekretaris bodoh yang tidak digaji.” Kara tanpa sadar melipat tangan dan mencengkeram siku. Gayanya persis seperti Emily saat b

