“Kau diminta untuk mengawasiku lagi?” tanya Kara dengan nada tak senang. Namun, begitu melihat wajah Jeremy yang bengkak, ia terbelalak. “Astaga, apa yang terjadi padamu?” “Masuklah, Nona. Kita bisa membicarakannya selagi menuju apartemen Anda.” Tanpa berpikir panjang, Kara masuk ke mobil. “Siapa yang memukulimu? Dan astaga .... Ke mana kaca jendela mobilmu?” tanyanya khawatir. “Sean. Dialah yang mendalangi insiden semalam. Dia sempat menyekap saya. Untunglah, Tuan Muda datang tepat waktu. Dia juga berhasil menyelamatkan Anda, bukan?” Bibir Kara terkatup. Matanya berkaca-kaca mengenang kejadian itu. “Kau yang memanggil Frank ke bar?” “Saat melihat Tuan Wilson menjemput Anda, saya langsung mengabari Tuan. Saya tidak ingin mengambil risiko. Untunglah, tindakan saya itu tepat. Memang h

