Tinggal Bersama

1159 Kata

“Tuan Harper,” sapa sang detektif sembari menutup buku catatan dan bangkit dari kursinya. Si Kembar sontak menoleh ke samping. Begitu mendapati Frank, lengkung bibir Emily melebar, sedangkan Louis mengerucut. “Tuan Baik Hati, apakah kamu sudah selesai dengan urusanmu? Kami baru saja selesai diinterogasi.” “Dia tidak perlu diinterogasi, Emily. Dia tidak tahu apa-apa. Bos besar biasanya hanya bisa mengandalkan anak buah saja.” Frank mendengus miris. Ia heran mengapa Louis begitu sentimen terhadapnya. Menaklukkan hati bocah itu sepertinya lebih sulit daripada ibunya. “Louis, kamu tidak boleh bicara begitu. Ingat! Dia yang sudah menemukan kita di atas sana,” tegur Emily setengah berbisik. Sudut bibir Frank kembali naik. Setidaknya, ia memiliki satu orang yang berpihak kepadanya. “J

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN