“Selain itu, Yemon juga punya kantong rahasia. Aku sering menyelipkan surat untuk Mama di dalamnya. Nanti, Mama akan diam-diam membalasnya," lanjut Emily setengah berbisik. Tiba-tiba, Frank mengerjap. Ia mendadak ingat tentang misi rahasia yang harus segera ia laksanakan. "Emily, di mana kakakmu dirawat? Orang tuamu pasti khawatir kalau kamu tidak segera kembali." Tepat ketika Emily hendak menjawab, suara kecil tiba-tiba terdengar dari samping. "Kau!" Frank menoleh. Seorang balita laki-laki dengan tangan terbungkus gips sedang meruncingkan telunjuk ke arahnya. Wajah itu familiar. Begitu pula dengan gerak-geriknya. “Louis?” Frank tertegun. "Ada apa dengan anak-anak ini? Mengapa aku selalu bertemu mereka di hari yang sama? Dan mengapa mereka selalu mengingatkan aku kepada Kara?" Ti

