Beri Aku Kesempatan

1018 Kata

"Beri aku kesempatan, Kara,” bisik Frank memelas. “Aku bisa membuktikan kalau aku sanggup membahagiakanmu. Kau sudah menjadi orang terpenting dalam hidupku, begitu juga anak-anak itu, ibumu. Aku bisa melindungi kalian semua." Kara tertunduk dan kembali terpejam. Ia benci mengapa dirinya begitu lemah sekarang. "Hei," Frank menaikkan dagu yang terjatuh itu dengan sisi telunjuk, "tidak apa-apa kalau kau takut. Itu wajar. Tapi setidaknya, jangan menutup pintu hatimu untukku. Masih ada harapan untuk kita bersama. Kita bisa memupuknya." Kara bergeming membaca ekspresi sang pria. Tidak menemukan kepalsuan, ia menggeleng lemah. "Aku tidak bisa. Itu terlalu berisiko." Frank tertegun. Hatinya berdesir aneh. Di satu sisi, ia senang karena Kara secara tidak langsung mengakui perasaannya. Namun, d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN