"Masa cuti lo udah habis kan?" Azura mengangguk. Saat Hidden Grace Bakery hampir bangkrut. Azura memutuskan untuk cuti kuliah sementara waktu. Alasannya tentu saja keterbatasan biaya yang ia miliki.
"Senin gue udah mulai masuk. Tinggal tesis aja sebenarnya. Gue udah ngajuin juga. Senin mau lihat siapa dosen pembimbing gue sekalian mau tanya proposal gue diterima atau nggak." Azura menaruh dua mangkuk ramen di atas meja makan.
Nayuma menuruti keinginan Azura untuk menghilang sementara waktu sampai Azura menyelesaikan masalahnya dengan keluarga Pramugara namun sampai sekarang masalah itu belum berakhir justru semakin panjang sampai akhirnya Nayuma tidak bisa menahan diri dan mendatangi kediaman Azura malam ini. Tentu saja setelah Hidden Grace tutup.
"Gimana kelanjutan pertunangan lo sama Ocean?" Azura mengangkat satu kakinya ke kursi. Ritual wajib bagi Azura saat makan rumah apalagi makan ramen. Azura merasa rasa makanan semakin enak jika posisi duduknya seperti ini.
"Anggap aja udah batal. Gue nggak ngerti cara berpikir keluarga itu. Gue nggak kenal Ocean-Ocean itu tiba-tiba tunangan aja. Gila kali mereka."
"Tapi orang tua lo ada dalam pertunangan itu sebagai wali lo. Bagaimanapun lo nggak bisa ngebatalin pertunangan itu kalau keluarga lo nggak setuju."
"Kenapa gue nggak bisa?" Azura menyeruput ramennya.
"Sejak awal gue sudah mengingatkan lo jangan terlibat terlalu jauh dengan keluarga Pramugara tapi lo diam-diam justru ngelaporin mas Ocean ke polisi."
"Gue membuat image keluarga mereka jelek. Seharusnya mereka ini membenci gue bukan malah mau menjadikan gue menantu."
"Justru cara kerja Pramugara itu seperti itu Azura. Mereka akan merangkul setiap orang yang berusaha untuk menjatuhkan keluarga mereka. Bahasa kasarnya. Mereka akan menjadikan lo peliharaan mereka supaya lo selalu berada dalam kendali mereka."
"Gue yakin orang tua lo juga sudah memiliki perjanjian tersendiri sama mereka. Intinya sampai kapanpun lo nggak akan pernah bisa lepas dari Pramugara kecuali—"
"Kecuali apa?"
"Kecuali mas Ocean selingkuh."
"Gue aja nggak kenal siapa Ocean itu. Gue dan dia juga nggak punya hubungan apapun. Gimana mungkin hubungan Ocean dengan perempuan lain bisa disebut perselingkuhan Nayuma."
"Status lo sekarang tunangan mas Ocean. Lo satu-satunya perempuan mas Ocean yang akan diakui oleh Eyang Kakung dan keluarga Pramugara."
Azura tersenyum mendengar ucapan Nayuma. "Jadi sekarang hal yang harus gue lakukan adalah menemukan perempuan yang tepat untuk Ocean. Lo tahu kriteria perempuan idaman Ocean?"
Nayuma kelihatan sekali lelah mendengar ucapan Azura. Azura orang yang tidak pernah hilang akal.
"Mas Ocean orang yang jarang muncul di kediaman Pramugara. Gue baru beberapa kali ketemu sama dia. Itu pun nggak ngobrol banyak karena mas Ocean tipe orang yang sulit untuk didekati—"
"Sulit didekati tapi dia ngajak anak orang nikah kayak nggak mikir." Celetuk Azura.
"Azura!"
"Oke, sorry. Jadi, lo tahu nggak modelan cewek yang disukai Ocean kayak gimana? Gue akan bantu cari untuk dia. Pokoknya gue nggak mau masuk keluarga Pramugara. Gue nggak mau nikah sama Ocean-Ocean itu."
"Mas Lintang pernah bilang mas Ocean jarang kelihatan sama perempuan."
"Jarang berarti pernah. Pangeran lo itu tahu siapa perempuan yang pernah dekat sama Ocean?"
"Mas Lintang nggak pernah kasih tahu gue." Azura berdecak. Memang tidak ada yang bisa diharapkan dari Nayuma dan Lintang.
"Lo nikah sama Lintang ini berkomunikasi nggak sih. Seharusnya Lintang ini memberitahu lo gosip yang ada dalam keluarga."
"Gue nggak mau ikut campur Azura." Azura kembali berdecak. Dia berdiri membereskan mangkuk ramennya. Mencucinya sampai bersih. Nayuma mengikuti apa yang dilakukan Azura. Jika tidak. Azura bisa mengamuk jika Nayuma tidak cuci piring setelah makan.
"Mas Ocean sangat pemilih. Itu yang gue dengar dari Orion tapi ucapan Orion sering nggak valid."
Azura tidak mengerti kenapa mencari informasi tentang Ocean ini sulit sekali. Keluarganya saja tidak ada yang mengenal pria itu dengan baik apalagi Azura yang baru kenal Ocean bahkan Azura hanya tahu Ocean cucu tertua di keluarga Pramugara. Selain itu Azura tidak tahu apapun tentang pria itu.
"Sejak kalian bertunangan. Lo udah ketemu lagi sama mas Ocean?"
"Pernah ketemu beberapa hari yang lalu abis itu udah nggak pernah lagi tapi bagus juga siapa tahu dia benar-benar punya perempuannya sendiri di luar sana. Gue nggak perlu repot lagi mikirin tutorial membatalkan pertunangan sama dia."
"Mas Ocean baru pulang dari Amerika. Seharusnya sekarang dia lagi sibuk-sibuknya."
Azura tidak peduli dengan apa yang di lakukan oleh Ocean di luar sana. Azura hanya ingin Ocean membatalkan pertunangan mereka segera mungkin.
"Nayuma, dari cara lo ngomongin Ocean. Lo punya kesan yang cukup baik sama dia." Azura menatap Nayuma curiga. Nayuma memang mendukung opini-opini Azura namun ada di beberapa bagian Azura merasa Nayuma membela Ocean.
"Saat pertama gue datang ke rumah keluarga Pramugara. Mas Ocean satu-satunya yang menyambut kedatangan gue dengan baik tanpa menghakimi penyebab pernikahan gue dan mas Lintang."
***
"Lo tahu siapa perempuan yang pernah dekat sama Ocean?" Azura meletakkan satu piring Cheesecake dihadapan Orion. Malam ini Azura dengan sengaja mengundang Orion untuk datang ke Hidden Grace Bakery.
Azura sebenarnya ingin bertanya secara langsung pada Ocean namun pria itu benar-benar menghilang tidak pernah muncul lagi di hadapan Azura seperti yang Azura harapkan namun informasi pembatalan pertunangan mereka tidak pernah Azura dengar membuat Azura merasa dia harus berusaha lebih keras untuk membatalkan pertunangan itu.
"Mbak, lo mulai ingin tahu kehidupan pribadi mas Ocean? Nggak takut nanti justru jatuh cinta beneran sama mas Ocean?"
"Lo tinggal jawab aja pertanyaan gue."
"Mbak, mas Ocean itu semakin dikenal akan semakin menarik. Gue mengatakan ini bukan karena gue adik sepupunya tapi diantara generasi kedua Pramugara. Mas Ocean ini yang paling menarik dan paling tertata hidupnya. Saat lo menikah dengan mas Ocean nanti. Lo nggak akan kesulitan sama sekali. Lo bakal dapat perlakuan yang sangat baik dari mas Ocean."
"Gue bisa memperlakukan diri gue dengan baik. Nggak perlu nunggu Ocean-ocean itu."
"Kalau gue pikir-pikir lagi. Lo sama mas Ocean punya kemiripan. Selalu keras kelapa dan teguh banget sama pendirian sendiri tapi mas Ocean ini benar-benar kuat banget Mbak. Lo bersikeras nih buat batalin pertunangan kalian namun ketika mas Ocean mengatakan tidak maka itulah yang akan terjadi. Pertunangan kalian nggak akan pernah batal."
"Apa yang ingin coba Ocean lindungi dengan cara menikahi gue?"
"Seharusnya nggak ada kecuali—"
"Kecuali apa?"
"Mas Ocean merasa sudah waktunya menikah kemudian dia kebetulan ketemu dan merasa cocok jadilah dia memilih lo sebagai calon istri."
Azura mendorong segelas air mineral kearah Orion, "Dia lama tinggal di Amerika, kan?"
"Benar. Mas Ocean sangat lama tinggal di Amerika."
"Seharusnya gue bukan orang yang cocok sama dia."
"Mbak, mas Ocean suka sama perempuan-perempuan jawa kayak lo ini nih."
Azura menggeser kursinya lebih dekat ke arah Orion membuat Orion terpojok ke dinding.
"Mbak, lo mau ngapain?"
"Berarti ada perempuan jawa yang disukai oleh Ocean sebelumnya. Siapa namanya? Lo nggak mungkin nggak kenal."
"Mbak, gue nggak tahu."
"Orion, lo tahu apa yang akan terjadi kalau gue memajukan tubuh gue sedikit lagi."
"Lituhayu Entik Ardhinona. Itu satu-satunya perempuan yang pernah dekat sama mas Ocean."
Azura melepaskan Orion dengan senyum miring di bibirnya sedangkan Orion panik.
"Mbak mohon banget jangan bilang mas Ocean kalau gue yang ngasih tahu lo."
"Bukan seharusnya Ocean akan tahu sendiri siapa yang memberitahu gue tanpa gue memberi tahu dia?"
"Mbak Azura, gue baru tahu ada yang licik selain mas Ocean!"
Azura tertawa. Dia menepuk puncak kepala Orion.
"Gue pergi. Orion jangan lupa bantuin Aghnya tutup toko."
"Mbak Azura gue bukan karyawan lo!"