Bara menentang sang ayah demi mempertanggung jawabkan perbuatannya pada Valery. Ya, Bara tetap keukeh ingin menikahi wanita cantik itu, yang kini sedang mengandung darah dagingnya. Keputusan Bara sudah bulat, bukan tanpa alasan. Dia melakukan semua itu, karena sejujurnya di dalam hati sang CEO sudah tumbuh benih cinta. Cinta itu semakin besar, saat dia tahu perjuangan Valery mempertahankan kandungan dan rela kehilangan karir sebagai seorang model. Bara semakin luluh pada wanita cantik itu. Saat ini, di dalam mobil mewah sang CEO. Diam diam, ia memandang kagum pada ibu dari anaknya. "Kamu cantik," puji Bara tiba tiba. Valery menoleh ke samping, menatap CEO tampan itu yang sebentar lagi akan menjadi suaminya. "Makasih," ucap Valery menundukkan kepala. "Kita mau ke mana, Pak?" "P

