Permintaan maaf Trisan disambut baik oleh Valery. Bahkan sudah lama wanita cantik itu memaafkan Trisan dan tidak pernah mengambil hati ucapan Trisan meski menyakitkan. "Bara, tidak salah memilih wanita secantik dan sebaik dirimu. Bahkan kamu bisa memaafkan Papa meski kesalahan Papa sangat fatal," ucap Trisan pada calon menantunya itu. Valery tersenyum. "Tidak perlu meminta maaf Pa, wajar kalau Papa ingin wanita yang terbaik untuk Bara karena Bara adalah anak laki-laki Papa satu-satunya. Aku memaklumi itu dan aku tidak mempermasalahkannya. Aku sudah melupakan semua itu meski awalnya aku merasa sedih, karena Papa tidak menyetujui aku menjadi istri Bara tapi sekarang aku senang karena Papa sudah merestui kami menikah." Trisan tak kuasa menahan air matanya yang membasahi wajah, ia pun mem
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


