Kembali harus menelan kekecewaan karena semua rencananya gagal total. Aneke mulai menyusun rencana lain untuk menghancurkan keluarga Albert dan mengambil harta mantan calon suami itu. Namun, ia tidak memiliki uang untuk membayar jasa preman. Yang bisa ia lakukan sekarang hanya meminta bantuan mantan suaminya yang tukang mabuk itu. "Tony, lelaki bodoh itu. Apa saja yang dia lakukan selama ini? Apa mungkin dia sudah memiliki rencana lain selain menculik Valery?" gumam Aneke. Ia mengambil ponsel yang tergeletak dari atas meja usang di ruang tengah rumah gubuknya. "Aku harus mencari penginapan untuk malam ini, karena sepertinya hujan akan turun. Aku tidak ingin kebasahan karena atap di rumah ini bocor," gumam Aneke sambil menekan nomor ponsel menghubungi Tony. Tak berapa lama ... telepo

