Wulan baru saja menyelesaikan pekerjaan hariannya di apartemen Bimo. Sudah hampir dua minggu dia dan Nenek Sumi tinggal menumpang di sini. Sudah berkali-kali pula Nenek mengingatkan Wulan untuk segera mencari kontrakan. Selain karena dirinya yang sudah tidak betah tinggal di bangunan beton kotak tanpa halaman dan hanya berteman dengan Bi Imah, Nenek juga berharap agar cucu satu-satunya itu tidak terlalu bergantung pada Bimo, apalagi dengan perlakuan yang diterima Wulan dari Davina. “Aku bosan, Bim.” “Ya kamu bisa main sama Nenek. Main aja monopoli, nonton tivi, atau ...” Bimo menjeda sejenak ucapannya di seberang telepon. “Atau mau aku beliin hewan peliharaan, biar kamu ada kerjaan? Semisal kura-kura gitu?” kekeh Bimo. “Aku mau kerja lagi. Reno juga mau kok terima aku lagi.” “Reno

