Bimo gegas meraih kunci mobil dan jas kerjanya, beranjak menuju parkiran mobil untuk segera ke bandara. Namun, langkahnya terhenti saat Tari memanggilnya untuk memberitahu jadwal Bimo untuk besok. “Besok ada rapat dengan Pak Suryo mengenai desain butik istrinya, Pak,” kabar Tari, “Lalu setelah—” “Tar, kosongkan jadwal saya untuk seminggu ke depan.” “Tapi, Pak—” “Saya nggak mau tahu. Kamu atur semuanya. Saya percaya kamu.” “Baik, Pak. O iya, Pak, tadi ada telepon dari Dito, katanya ingin menyampaikan kabar tentang Mbak Wulan.” “Oh iya, saya sudah terima tadi. Tar, kamu pesankan saya tiket ke Semarang untuk penerbangan terakhir. Saya mau ke sana hari ini. Nanti kirim kode booking-nya ke email saya.” “Baik, Pak.” “Ada lagi?” Tari menggeleng. “Saya pergi dulu. Kalau ada yang ca

